BATURAJA, SUMATERA SELATAN — Ratusan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 502/Ujwala Yudha Kostrad mengikuti latihan Menembak Lorong dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Latihan berlangsung di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Senin (7/9/2026).

Menembak Lorong menjadi salah satu materi latihan yang menuntut kecepatan, ketepatan, kewaspadaan, dan kemampuan prajurit mengambil keputusan dalam situasi dinamis.

Latihan tersebut melibatkan personel TNI, US Army, serta unsur militer negara sahabat yang berpartisipasi dalam SGS 2026.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit sekaligus menguji interoperabilitas pasukan dalam pelaksanaan operasi gabungan.

Uji Kemampuan Prajurit Multinasional

Dalam latihan tersebut, prajurit dituntut mampu menjalankan tugas secara terpadu dengan tetap mengutamakan koordinasi dan komunikasi antarsatuan.

Interaksi antarpersonel dari berbagai negara menjadi bagian penting untuk menyamakan prosedur serta membangun pemahaman dalam pelaksanaan operasi bersama.

Latgabma SGS 2026 juga memberikan kesempatan bagi prajurit peserta untuk mengasah kemampuan melalui latihan yang melibatkan lingkungan dan skenario berbeda.

Kemampuan bekerja dalam satu tim multinasional menjadi salah satu aspek yang terus diperkuat selama pelaksanaan latihan.

Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Latgabma SGS 2026 tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan tempur dan kesiapan operasional prajurit.

Latihan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarprajurit dari negara peserta melalui interaksi dan latihan bersama.

Melalui latihan Menembak Lorong, TNI dan militer negara sahabat terus membangun kesiapan serta kemampuan bersama dalam menghadapi tantangan keamanan.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan sekaligus mendukung stabilitas dan keamanan kawasan.

#SGS26
#TogetherWeTrain
#StrengthThroughPartnership