Martapura — Prajurit Arhanud TNI AD bersama personel Air Defense US Army menguji kemampuan pertahanan udara melalui latihan penembakan sasaran udara menggunakan pesawat tanpa awak.
Latihan tersebut berlangsung di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026).
Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya mengoperasikan Rudal Mistral, sedangkan US Army mengerahkan Rudal Stinger dalam latihan tersebut.
Kedua unsur menguji kesiapan dan kemampuan pertahanan udara dalam menghadapi ancaman dari udara melalui skenario penembakan sasaran tanpa awak.
Latihan tersebut menjadi bagian dari Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026.
Mistral-Stinger Perkuat Interoperabilitas
Setelah penembakan, kegiatan berlanjut dengan penyematan Brevet Air Defence Indonesia kepada personel US Army.
Sebaliknya, prajurit TNI menerima Brevet Air Defence US Army dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Penyematan brevet menjadi bentuk penghargaan terhadap kemampuan, dedikasi, dan profesionalisme prajurit kedua negara.
Brevet tersebut sekaligus menjadi simbol kualifikasi personel dalam bidang pertahanan udara.
Latihan dan penyematan brevet memperkuat interoperabilitas serta kesamaan prosedur antara TNI dan US Army.
Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, kedua negara meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit dalam bidang pertahanan udara.
Upaya tersebut mendukung kesiapan pertahanan udara sekaligus memperkuat pelaksanaan SGS 2026.
