Jakarta, Diksiber.id — Manajemen perusahaan memaparkan kinerja operasional dan keuangan kuartal I tahun 2025 dalam agenda paparan publik yang digelar Selasa (3/6). Acara tersebut dibuka oleh Direktur Utama, Rudol Parmingotan Nainggolan, didampingi oleh Direktur Yoyong dan Direktur Operasi Joni Pangaribuan.
Dalam paparannya, Rudol menyampaikan bahwa agenda utama dalam pertemuan ini mencakup evaluasi kinerja operasional dan keuangan triwulan pertama tahun 2025 serta strategi dan target perusahaan untuk periode mendatang.
Direktur Operasi, Joni Pangaribuan, melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2025, total penyewaan aktif perusahaan telah mencapai 1.703 lokasi, meningkat dari 1.636 lokasi pada akhir 2024. Tingkat utilisasi fasilitas juga stabil di angka 0,93.
“Sebaran lokasi masih didominasi oleh Pulau Jawa sebesar 61%, disusul Kalimantan 11%, Sumatera 6,6%, serta wilayah Bali dan Nusa Tenggara,” ujarnya.
Selain itu, jaringan fiber optik perusahaan juga mengalami ekspansi, dengan panjang total mencapai 1.526 kilometer.
Sementara itu, Direktur Keuangan Yoyong menyampaikan bahwa total aset perusahaan per 31 Maret 2025 mencapai Rp1,35 triliun, terdiri dari Rp482 miliar aset lancar dan Rp868 miliar aset tidak lancar.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp21,52 miliar, meningkat dari Rp16,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin kotor tercatat sebesar 74,61%, dan margin operasional sebesar 64,68%, menunjukkan efisiensi biaya yang meningkat.
“Peningkatan ini juga tercermin dalam laba per saham (EPS) yang naik menjadi Rp139, dibanding Rp129 pada Q1 2024,” ungkap Yoyong.
Untuk tahun 2025, perusahaan menargetkan peningkatan jumlah lokasi menjadi 1.753 titik, dengan penambahan jaringan fiber optik sebesar 5 kilometer. Dari sisi keuangan, pendapatan ditargetkan naik 7,96% menjadi Rp228,53 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp186,76 miliar.
Strategi yang akan dijalankan mencakup penguatan kontrak eksisting, konsolidasi jaringan melalui sinergi dengan PT Icon+, serta perluasan kerja sama dengan mitra baru untuk memperluas pangsa pasar.
“Fokus kami adalah menjaga pertumbuhan sehat di tengah dinamika industri, tanpa mengorbankan efisiensi operasional,” tegas Rudol.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab bersama media dan pemangku kepentingan yang hadir.
