PANDEGLANG – Aripin anak penderita talasemia warga Kampung Bojong Kondang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang tidak bisa berobat dan membutuhkan bantuan pemerintah atau para dermawan. Kini Aripin kondisinya semakin lemah karena belum bisa mendapatkan transfusi darah dan obat yang rutin dikonsumsinya.

Arman selaku orangtua dari anak malang tersebut mengatakan, bahwa Aripin selama 10 tahun menderita talasemia hingga saat ini belum bisa berobat karena BPJS yang selama ini dipakai berobat sudah tidak bisa digunakannya lagi karena tidak aktif.

“Aripin harus mengalami perawatan karena penyakit talasemia, dulu selalu dibantu oleh anggota DPRD Pandeglang selama 10 tahun Alhamdulillah bisa berobat untuk mendapatkan transfusi darah satu bulan 2 kali,” tutur Arman kepada media, pada Selasa (01/07/2025).

Dikatakannya, obat pun diperoleh dari Tangerang selama 10 tahun itu berjalan lancar. Namun pada bulan Mei 2025 lalu disaat Aripin akan kontrol dan transfusi serta mengambil obat tidak dapat dilayani menggunakan BPJS tersebut.

“Kalau pakai umum saya tidak sanggup berobat Aripin. Kami bersama pemerintah bisa membantu untuk mengaktifkan kembali BPJS-nya yang sudah belum berobat dan transfusi darah,” kata Arman sebagai buruh tani ini.

“Kami memohon bantuan dari Ibu Bupati atau Dinas Sosial bisa mencarikan solusi untuk pengobatan Aripin,” sambungnya lagi.

Ditambahkannya, saat ini kondisi Aripin semakin lemah karena belum bisa berobat.

“Saya malu untuk meminta bantuan lagi kepada anggota dewan yang selama ini sudah banyak membantu Aripin,” imbuhnya.