SERANG – Harapan murid dan guru untuk memulai proses belajar mengajar usai libur panjang Nataru pupus sudah. Hari pertama masuk sekolah yang seharusnya penuh semangat dan antusiasme justru disambut bencana banjir yang merendam di 2 sekolah yakni SDN Songgom jaya dan SDN Koper 1.
Untuk SDN Koper 1 semua kelas mulai di kelas I dan kelas VI terendam termasuk ruangan guru dan kepala sekolah.

Sedangkan di SDN Songgom jaya terendam 3 kelas, yaitu kelas I dan III, karena untuk kelas IV dan VI ruangannya sudah di renovasi ditinggikan.

Genangan air di kedua sekolah tersebut rata rata mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter.
Banjir yang kerap melanda di kedua sekolah tersebut, di keluhkan murid, Siti (10) misalnya, murid SDN Songgom jaya ini mengaku tak nyaman datang banjir ke sekolahnya.
“Sekolah kami sering kebanjiran, untung kelas IV , kelas V dan kelas VI sudah ditinggiin jadi bisa belajar, cuma untuk kelas I, kelas II dan Kelas III masih terendam air, mudah mudahan sekolah kami dibangun biar tidak banjir lagi,” ucap Siti murid kelas V.

Sementara itu dilokasi berbeda di SDN Koper 1, Sartika Kepala Sekolah SDN Koper 1 menyampaikan bahwa banjir ini bukanlah fenomena baru. Sekolah yang ia pimpin ini memang kerap menjadi langganan banjir, bahkan setiap kali hujan deras mengguyur di wilayah kabupaten Lebak dan Serang sekolah tersebut akan banjir, karena sekolah tersebut dekat aliran sungai Cidurian yang airnya datang dari hulu di kabupaten Lebak.
“Ini sudah jadi langganan. Setiap hujan, hampir bisa dipastikan air masuk ke sekolah. Kalau hujan terus menerus di wilayah kabupaten Lebak pasti disini banjir, karena aliran sungainya dari kabupaten Lebak,”ungkapnya, Senin 5 Januari 2026.
Dengan kondisi tersebut, SDN Koper 1 mengambil keputusan untuk belajar Sementara di Rumah warga atau rumah orang tua murid.
Sedang untuk SDN Songgom jaya untuk kelas IV, V dan VI belajar normal disekolah karena kelasnya tidak banjir, ruang kelas nya sudah diperbaiki lebih tinggi, yang belajar di rumah hanya untuk kelasnya yang terendam banjir yakni kelas I,II dan III.
Pihak sekolah belum dapat memastikan kapan kegiatan belajar akan kembali normal. Belajar baru dapat dilakukan di sekolah jika air benar-benar surut.
