LABUHANBATU – Aksi brutal pembakaran menggunakan bom molotov yang menghanguskan sebuah barbershop di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, empat terduga pelaku berhasil diringkus dari lokasi persembunyian mereka di Kota Medan.

Peristiwa tersebut terjadi di Barbershop Pleasure yang berada di Jalan SM Raja, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa dini hari (9/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan, lokasi usaha tersebut diserang menggunakan empat botol bom molotov yang mengakibatkan bangunan mengalami kebakaran hebat hingga hangus.

Keberhasilan pengungkapan kasus itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Polres Labuhanbatu di Aula Mapolres Labuhanbatu, Jalan H. Muhammad, Kelurahan Cendana, Kecamatan Rantau Utara, Sabtu (13/6/2026).

Konferensi pers dipimpin langsung Wakapolres Labuhanbatu Kompol P.S. Simbolon didampingi Kasat Reskrim AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, Kasi Humas AKP Aswin Irwan, serta KBO Satreskrim IPTU Fajar Siddik.

Dalam keterangannya, Kompol P.S. Simbolon menegaskan bahwa pengungkapan cepat kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menindak tegas segala bentuk aksi kekerasan yang meresahkan warga.

“Ini merupakan bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tindak kriminal yang mengancam rasa aman masyarakat,” tegas Simbolon.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus dilakukan melalui kerja sama antara Satreskrim Polres Labuhanbatu, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, serta Densus 88 Antiteror Polri.

Berkat koordinasi dan penyelidikan intensif, aparat berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku dan melakukan penangkapan dalam waktu singkat.

“Dari lima orang yang diduga terlibat, empat orang berhasil diamankan di wilayah Kota Medan. Sementara satu orang lainnya masih dalam proses pengejaran dan pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Polisi saat ini masih terus mendalami motif di balik aksi pembakaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya perencanaan maupun keterlibatan pihak lain.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena metode yang digunakan pelaku tergolong berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Polres Labuhanbatu memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan seluruh pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban hukum atas perbuatannya.