BANDAR LAMPUNG-Di tengah bayang-bayang gejolak geopolitik global, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pasokan energi tetap terkendali. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak panic buying yang justru berpotensi memicu gangguan distribusi.

Kepastian tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Bandara Radin Inten II, Senin (6/4/2026).

Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah telah mengantisipasi dampak dinamika global terhadap distribusi energi, khususnya BBM dan LPG di Lampung. Hasil koordinasi menunjukkan bahwa suplai, termasuk BBM subsidi, telah direncanakan dengan matang dan tidak mengalami kendala.

“Tidak ada pengurangan kuota. Distribusi lancar, harga tetap stabil, dan stok aman,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi kepanikan masyarakat akibat informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, aksi pembelian berlebihan justru bisa menciptakan kesan kelangkaan yang sebenarnya tidak terjadi.

“Kalau ada panic buying, itu yang bisa membuat pasokan terasa sempit. Jadi masyarakat diminta tetap tenang,” ujarnya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, memastikan bahwa pasokan energi di Lampung disalurkan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan masih berada dalam koridor kuota yang tersedia.

“Secara ketersediaan cukup, distribusi juga kami lakukan secara terukur sesuai kuota. Tidak ada pengurangan,” jelasnya.

Pertamina juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengawasan distribusi agar penyaluran BBM dan LPG tepat sasaran serta merata di seluruh wilayah.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi, selama pola konsumsi tetap normal.