SERANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang terus mendorong inovasi pelayanan. Salah satunya lewat program Balung Anak atau Bayi Lahir Langsung Urus Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, dan KIA, yang kini menggandeng RS Kurnia sebagai mitra baru.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Disdukcapil pada Kamis, 24 Juli 2025.
“Tujuan utama program ini adalah memberi kemudahan dan kepastian hukum bagi anak sejak lahir. Dokumen langsung diurus tanpa harus bolak-balik ke kantor,” ujar Kepala Disdukcapil Serang, Warnerry Poetri.
Hingga pertengahan 2025, tercatat sudah 52 fasilitas kesehatan yang terlibat. Rinciannya meliputi 11 rumah sakit seperti RSUD dr. Drajat Prawiranegara, RSUD Banten, Hermina Ciruas, hingga RS Kurnia. Ada juga 25 puskesmas, dua klinik, dan 14 praktik bidan mandiri.
Program Balung Anak, kata Warnerry, juga bagian dari gerakan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk), yang mendekatkan layanan kependudukan ke masyarakat melalui jejaring faskes.
“Faskes kini aktif menjamin hak sipil anak sejak lahir. Pemerintah pun memiliki data real time untuk perencanaan pembangunan, termasuk pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan (PDIP), Hani Finola, menjelaskan bahwa proses bisa langsung dimulai sejak bayi lahir.
“Faskes bisa langsung meminta data dari keluarga. Nama bayi harus disiapkan sedini mungkin agar akta, KK, dan KIA bisa langsung diproses,” jelasnya.
Selain kelahiran, pencatatan kematian juga termasuk dalam kerja sama ini. Hani menyebut selama ini banyak keluarga yang tidak segera mengurus akta kematian karena alasan waktu dan akses.
“Sekarang data dari rumah sakit bisa langsung ditindaklanjuti untuk penerbitan akta kematian. Lebih efisien dan akurat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RS Kurnia, dr. Febriyanti mengatakan kerja sama ini sangat bermanfaat, mengingat banyak warga Kecamatan Kramatwatu yang melahirkan di RS Kurnia.
“Sekarang begitu pulang dari rumah sakit, pasien sudah langsung pegang akta lahir, KK, dan KIA. Tidak perlu repot lagi,” katanya.
Febriyanti juga menyambut baik integrasi program ini dengan aplikasi Serang Bahagia, yang semakin mempermudah pengurusan dokumen secara digital.
“Pasien melahirkan tinggal fokus pemulihan. Urusan administrasi langsung beres tanpa dipersulit,” tutupnya.
