Diksiber.id – Jakarta.
Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan humanis dan pembinaan terhadap kalangan remaja sebagai upaya mencegah aksi tawuran serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Atas perintah Dir Samapta Polda Metro Jaya, KBP Wahyu Dwi Ariwibowo, S.I.K., melalui Wadir Samapta AKBP Ricky Muharam, S.I.K., para Danton Tim Patroli Perintis Presisi, Ipda Dedy Suhendro dan Ipda Abdul Kadzim, diarahkan untuk membangun komunikasi dan sambung rasa dengan remaja yang masih beraktivitas pada malam hari.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah mengajak para remaja melaksanakan sholat Dhuha berjamaah. Langkah ini diharapkan menjadi sarana membangun kedekatan emosional, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta mengajak generasi muda menjauhi perilaku negatif, termasuk tawuran.
Dalam arahan tersebut, apabila petugas mendapati remaja yang terlibat tawuran, mereka diarahkan untuk dibawa ke Mapolda Metro Jaya guna mendapatkan pembinaan lebih lanjut, dengan tetap memperhatikan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Menjelang waktu subuh pada Sabtu (17/10/2026), Kasubbagops Dit Samapta Polda Metro Jaya, AKP Giyatno, didampingi Pamenwas AKP Parlan, turut memberikan arahan kepada para remaja yang berada dalam penanganan petugas.
Kegiatan tersebut berlangsung saat AKP Parlan melaksanakan tugas piket sebagai Perwira Menengah Pengawas (Pamenwas) Dit Samapta.
Arahan yang diberikan menitikberatkan pada pentingnya menjaga perilaku, menghindari pergaulan yang berpotensi memicu tindak kekerasan, serta tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Pendekatan persuasif ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk tidak hanya mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada remaja agar memperbaiki perilaku dan kembali menjalani kegiatan yang positif.
Melalui patroli preventif yang disertai komunikasi, pendekatan keagamaan, dan pembinaan, Dit Samapta Polda Metro Jaya diharapkan dapat memperkuat hubungan antara polisi dan generasi muda sekaligus menekan potensi tawuran di wilayah hukumnya.
Pesan utamanya: menjaga keamanan bukan semata-mata soal penindakan, tetapi juga tentang merangkul, mengarahkan, dan membina generasi muda agar mampu memilih jalan yang lebih baik bagi masa depannya.
YB
