KOTA BANDUNG – Menyongsong puncak mobilitas masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggencarkan upaya pemeliharaan infrastruktur jalan secara komprehensif. Komitmen ini bertujuan menjamin kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan perjalanan warga serta pengunjung di seluruh penjuru kota.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (Dinas SDA-BM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menegaskan bahwa penanganan jalan merupakan layanan rutin yang berkesinambungan, bukan sekadar kegiatan insidental yang dipicu momentum akhir tahun. “Pada prinsipnya, pekerjaan perbaikan jalan memang telah menjadi tugas rutin kami, baik yang bersifat kontraktual maupun pemeliharaan harian,” jelas Rizki dalam keterangan resminya, Senin (15/12/2025).
Secara operasional, strategi perbaikan jalan di Kota Bandung dilaksanakan melalui dua skema utama yang saling melengkapi. Pertama, pekerjaan berkala kontraktual yang direncanakan dalam jangka waktu tertentu dengan target penyelesaian yang jelas. Kedua, pemeliharaan rutin harian yang bersifat responsif dan berjalan tanpa batas waktu.
“Untuk pekerjaan jalan yang bersifat kontraktual, kami telah menargetkan penyelesaiannya sekitar pertengahan Desember ini. Secara teknis, seluruh pekerjaan kontraktual ditargetkan tuntas sebelum tanggal 15 Desember 2025,” papar Rizki. Target ini disiapkan khusus agar kondisi jalan optimal sebelum arus mudik dan liburan Natal-Tahun Baru mencapai puncaknya.
Sementara itu, skema pemeliharaan rutin harian akan terus berjalan tanpa henti, bahkan melampaui periode Nataru. Fokusnya adalah menangani secara cepat kerusakan mendadak, seperti lubang-lubang kecil yang sering muncul akibat intensitas curah hujan yang tinggi. “Pemeliharaan rutin ini berjalan terus sampai tahun baru dan seterusnya. Intinya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan tanpa jeda,” tegas Rizki.
Ia mengakui bahwa musim hujan menjadi faktor pengubah kondisi jalan secara dinamis. Dampak cuaca ekstrem dan karakteristik tanah di Bandung dapat menyebabkan kerusakan yang muncul tiba-tiba. “Kondisi jalan yang sebelumnya baik bisa saja mengalami kerusakan secara mendadak. Terhadap temuan seperti ini, kami langsung merespons dengan melakukan perbaikan secepat mungkin,” ungkapnya.
Untuk memastikan cakupan penanganan yang merata, petugas lapangan Dinas SDA-BM Kota Bandung secara proaktif melakukan pemantauan dan sekaligus menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan oleh masyarakat. “Upaya penanganan kami lakukan hampir merata di seluruh wilayah kota. Semua upaya maksimal kami kerahkan agar masalah jalan dapat ditangani dengan baik,” kata Rizki.
Melalui sinergi antara penyelesaian pekerjaan kontraktual dan kesigapan pemeliharaan harian ini, Pemkot Bandung berharap dapat menjaga stabilitas dan kualitas infrastruktur jalan. Upaya berkelanjutan ini pada akhirnya diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam menyambut periode liburan akhir tahun yang padat.
