Blitar – Anggota Satlantas Polres Blitar, Aipda Zainun, menjadi korban tabrak lari saat melaksanakan razia kendaraan di Jalan Raya Desa Duren, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Insiden terjadi ketika sebuah mobil pikap melaju kencang dan menabrak petugas hingga terpental sejauh lima meter, Selasa (12/08).

Kasatlantas Polres Blitar, AKP Rio Angga Prasetyo, mengungkapkan bahwa kecelakaan yang melibatkan kendaraan pikap dan seorang anggota polisi merupakan akibat dari tindakan nekat pengemudi yang berusaha menghindari pemeriksaan razia lalu lintas. Insiden yang terjadi dalam waktu singkat ini menyisakan kejutan, terutama setelah terungkap bahwa pengemudi kendaraan tersebut masih di bawah umur.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi setelah petugas Satlantas melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah Blitar. Dalam kurun waktu sekitar lima menit, terjadilah kecelakaan yang melibatkan sebuah kendaraan pikap yang menabrak anggota polisi.

Menurut penjelasan AKP Rio Angga Prasetyo, insiden bermula saat sopir kendaraan pikap melarikan diri untuk menghindari pemeriksaan. Pengemudi tersebut bahkan meninggalkan kernetnya di lokasi kejadian, dan segera dikejar oleh petugas. “Dia (pengemudi) sengaja melarikan diri dengan kecepatan tinggi dan tidak mau mengikuti arahan petugas,” kata Rio.

Fakta mengejutkan muncul saat identitas pengemudi terungkap. Ternyata, pelaku berinisial LA (17) yang merupakan warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Blitar, masih di bawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A. Tidak hanya itu, LA juga diketahui memiliki pendidikan terakhir tingkat SD dan tidak dapat membaca maupun menulis.

Mengingat pelaku yang masih di bawah umur, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses hukum terhadap LA akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peradilan anak-anak. “Pelaku mengaku takut saat melihat razia kendaraan, dan memilih melarikan diri. Kernetnya ditinggalkan di lokasi kecelakaan,” lanjut Rio.

Polisi juga melakukan pemeriksaan urin terhadap pelaku dan kernet. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keduanya negatif dari narkotika.

Pihak kepolisian kini telah mengamankan pelaku dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. LA, yang kini didampingi orang tuanya, akan melalui proses hukum yang berlaku untuk anak di bawah umur. “Berdasarkan bukti video dan keterangan saksi, terdapat unsur kesengajaan dalam tindakan pengemudi yang melarikan diri,” terang AKP Rio.