PANDEGLANG – Warga Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, dibuat panik setelah mendengar suara gemuruh keras dari arah Puncak Gunung Karang, pada Senin (12/01/2026).
Suara tersebut diduga kuat berasal dari lereng Gunung Karang yang kembali mengalami longsor.
Peristiwa longsor ini terjadi di area yang sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa pada Rabu, 15 September 2021.
Meski longsor saat itu tidak menimbulkan korban maupun kerusakan besar, namun menyebabkan sebagian lereng Gunung Karang menjadi gundul dan retak.
Sayangnya, hingga bertahun-tahun pasca kejadian, belum ada upaya penanaman kembali atau penguatan lereng dari pihak terkait. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab longsor kembali terjadi.
Pada kejadian terbaru ini, longsoran tanah dilaporkan semakin melebar dan meluas, membuat struktur lereng kian rawan. Warga pun mengaku cemas, terutama mereka yang bermukim di kawasan bawah lereng Gunung Karang.
“Suara gemuruhnya sangat keras, kami kira gempa. Setelah dicek, ternyata longsor di atas,” ujar salah seorang warga Pagerbatu.
Kekhawatiran warga semakin meningkat mengingat curah hujan di wilayah Pandeglang masih cukup tinggi, yang berpotensi memicu longsor susulan.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan darurat, seperti pemantauan intensif, pemasangan rambu rawan longsor, serta upaya rehabilitasi lahan.
Sementara itu, video amatir yang direkam warga dan beredar di media sosial memperlihatkan kondisi lereng Gunung Karang yang tampak semakin terbuka dan rawan runtuh.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun warga diminta tetap waspada dan segera mengungsi apabila kondisi cuaca memburuk.
