SERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Serang Timur dalam beberapa pekan terakhir membuat kondisi jalan berlubang di mana-mana.

Pengguna jalan diminta berhati-hati saat melintas karena rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Pantauan Diksiber.id kondisi jalan rusak dan berlubang terlihat di ruas mulai Ciruas hingga Cikande.

Aspal mengelupas hingga membuat kubangan di mana-mana. Jalan berlubang ini tak terlihat karena tertutup genangan air bekas hujan. Sehingga banyak pengguna jalan kejegluk saat melintas di jalan berlubang tersebut.

Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan. Kerusakan parah juga terlihat di depan PT Timas, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, kabupaten serang warga sengaja menaruh batang pohon pisang agar pengendara terhindar dari lubang yang besar ditengah jalan.

Warga Cikande Asep (34) berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak, terutama berlubang. Lubang jalan kerap tak terlihat karena tertutup air genangan bekas hujan sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Saya hampir jatuh pak, karena lubang dimana mana ,” Ujarnya.

Senada disampaikan Rita (35), yang juga mengeluhkan banyak jalan rusak di wilayah Serang Timur. Salah satunya jalan raya serang Cikande yang setiap hari dilaluinya.

“Banyak yang kecelakaan. Itu kalau hujan sama sekali banyak yang ketutup air hujan,” katanya.

Sementara itu, Eri Prasetyo dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten saat dikonfirmasi jalan yang berlubang di serang timur sebelumnya sudah dilakukan perbaikan penambalan lubang, Karena hujan mengakibatkan jalan kembali berlubang.

“Terkait lubang di serang timur, di lokasi tersebut yang dimaksud sebelumnya sudah pernah dilakukan perbaikan penambalan lubang, tp Karena kondisi cuaca terus menerus hujan mengakibatkan kondisi jalan kembali berlubang,”ujar Eri saat di konfirmasi Diksiber.id via seluler. Selasa (6/1/2026).

Lebih lanjut, karena adanya laporan warga, pihaknya berencana akan melakukan pekerjaan perbaikan dengan campuran aspal panas di lokasi tersebut yang membahayakan pengguna jalan.

“Pekerjaan penambalan belum bisa dilaksanakan waktu itu karena cuaca yang tidak mendukung, dimana aspal tidak bisa mengikat ketika kondisi jalan dalam keadaan basah. rencananya malam ini mau dilaksanakan pekerjaan perbaikan dengan campuran aspal panas di lokasi tersebut dan titik lainnya yang membahayakan pengguna jalan,” kata dia.