PANDEGLANG – Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, melontarkan peringatan tegas soal maraknya perundungan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan, praktik bullying tidak boleh lagi mendapat ruang, apapun alasan dan latar belakang korban.

“Tidak boleh ada lagi siswa yang jadi bahan olok-olok hanya karena kondisi tertentu. Sekolah harus jadi ruang aman, bukan tempat kekerasan,” tegas Tinawati saat kegiatan PKK Mengajar di SMKN 2 Pandeglang, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, sekolah idealnya menjadi representasi lingkungan ramah anak yang menjunjung tinggi rasa saling menghargai. Ia mengingatkan, pembiaran terhadap bullying hanya akan merusak mental generasi muda sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, PKK juga memberikan pembekalan kepada siswa terkait komunikasi sehat dengan orang tua, etika pergaulan, hingga pengenalan kewirausahaan. Program ini, kata Tinawati, bukan sekadar edukasi tambahan, melainkan upaya konkret membentuk karakter generasi masa depan.

“PKK hadir tidak hanya untuk keluarga, tapi juga menyiapkan calon ibu dan bapak masa depan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Karena itu, para siswa diminta fokus belajar, menjaga pergaulan, serta bijak menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam pengaruh negatif.

“Kalian harus punya kendali diri. Jangan sampai masa depan rusak karena lingkungan dan pergaulan yang salah,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Pandeglang Ade Firdaus mengungkapkan, sekolahnya saat ini menampung sekitar 1.800 siswa dengan delapan program keahlian. Ia menyebut, sekolah juga terus berinovasi, termasuk menerapkan kurikulum pembelajaran mendalam (deep learning) dan memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya berkapasitas 25 kWh.

Kegiatan PKK Mengajar juga diisi dengan peninjauan sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari laboratorium teknik komputer dan jaringan, perpustakaan, hingga ruang praktik berbagai jurusan.

Pesan yang dibawa jelas: sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi benteng terakhir untuk memastikan generasi muda tumbuh tanpa kekerasan dan siap menghadapi masa depan.