Blitar –BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Sanankulon melakukan klarifikasi terkait pemberitaan tentang “Bhabinkamtibnas Blusukan ke Sawah, Petani Sanankulon Ungkap Jeritan Hati Soal Pupuk dan Air”, sebagai respon terhadap pemberitaan sebelumnya. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran pupuk yang lebih tepat sasaran dan efektif. Hal ini terungkap dalam rapat yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sanankulon pada hari Jumat (24/10).
Rapat yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk petugas pertanian, perwakilan kepolisian, serta perwakilan dari kalangan petani. Pertemuan ini menjadi forum untuk membahas isu-isu terkait pupuk subsidi dan mencari solusi terbaik guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebelumnya, Sanusi, seorang petani dari Desa Sanankulon, menyampaikan keluhan terkait pupuk subsidi yang dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di lapangan. Sanusi, yang mengelola lahan di Dusun Genengan, mengungkapkan kekecewaannya: “Setiap tahun, kami hanya mendapatkan jatah 150 kg pupuk subsidi. Padahal, dengan luas lahan kami, idealnya kami membutuhkan sekitar 900 kg pupuk per tahun.
Menangapi hal tersebut, Dyah Ayu Anggraeni, Mantri Tani, menjelaskan bahwa pengajuan RDKK pupuk tahun 2025 sudah mengacu pada Permentan No. 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok/RDKK Pupuk Bersubsidi). Untuk penyaluran pupuk subsidi sudah sesuai dan berdasarkan realokasi yang terakhir di Kecamatan Sanankulon, prosentase alokasi pupuk urea sebesar 100% serta prosentase alokasi pupuk NPK mencapai 67%.
“Jatah pupuk diberikan sesuai dengan luas lahan yang dimiliki. Contohnya, Bapak Sanusi yang memiliki lahan seluas 0,21 hektar, mendapat jatah pupuk urea sebanyak 164 kg per tahun, yang dibagi untuk tiga musim tanam. Sementara untuk pupuk NPK, beliau menerima 120 kg per tahun, yang juga dibagi untuk tiga musim tanam,” jelasnya.
Dyah juga menyampaikan harapan agar pupuk bersubsidi yang diterima petani dapat membantu petani dalam melaksanakan kegiatan usaha taninya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil panen mereka.“Rapat ini juga menjadi wadah bagi petani untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan harapan terkait program pupuk subsidi. Dengan adanya sinergi yang baik antara pemerintah dan petani, diharapkan program ini dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh petani di Kecamatan Sanankulon,” ujarnya
