Blitar – Pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap korban bullying pelajar SMPN 3 Doko yang sempat viral, menunjukkan hasil yang melegakan. Korban dipastikan dalam kondisi fisik yang aman, setelah sebelumnya mengeluhkan pusing akibat pukulan yang diterima.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memastikan akan terus memberikan pendampingan intensif kepada korban, baik secara fisik maupun psikologis, untuk mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami, mengungkapkan bahwa korban telah menjalani pemeriksaan medis lengkap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Pemeriksaan ini dilakukan setelah korban mengeluhkan pusing akibat insiden kekerasan yang dialaminya.

“Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh dari kepala hingga kaki, termasuk pemeriksaan penunjang seperti CT Scan kepala,” jelas Woro, Kamis (24/7).

Hasil CT Scan kepala menunjukkan kondisi normal, begitu pula hasil rontgen panggul yang tidak menunjukkan adanya kelainan. Korban juga telah menjalani konsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf dan bedah plastik, yang menyimpulkan bahwa kondisi korban secara umum baik dan stabil.

Meskipun demikian, korban akan tetap menjalani rawat jalan dan berada dalam pemantauan tim medis RSUD Ngudi Waluyo untuk memastikan tidak ada keluhan lanjutan.

Sementara itu, Dwi Andi Prakasa, Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Blitar, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan pendampingan psikologis secara berkelanjutan kepada korban. Pendampingan ini dilakukan oleh tim profesional yang berpengalaman dalam menangani trauma anak dan kekerasan.

“Kami juga akan terus mendampingi korban dalam pemeriksaan kesehatan lanjutan dan memastikan proses pemulihan berjalan maksimal,” ujar Andi.