BANJARBARU — Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor memastikan kesiapan pompa dan sumber air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Personel satgas memeriksa dan merawat peralatan pompa di Posko Embung Jokowi serta sejumlah sumber air Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Kegiatan pemeliharaan dan penjagaan tersebut berlangsung Selasa (8/9/2026) sebagai langkah menjaga kesiapan sarana pendukung penanganan Karhutla.
Satgas melakukan pemeliharaan secara berkala agar seluruh peralatan dapat berfungsi optimal ketika personel membutuhkan dukungan pasokan air.
Sebelum menggunakan peralatan, personel memeriksa mesin pompa, rangka, sambungan selang, saluran hisap, dan saluran tekan.
Personel juga membersihkan tanah, lumpur, serta debu yang menempel pada sejumlah bagian peralatan.
Selain itu, mereka memeriksa saluran udara untuk memastikan sampah maupun endapan tidak menghambat kinerja mesin pompa.
Pemeriksaan tersebut membantu personel mendeteksi potensi gangguan sebelum peralatan kembali mereka gunakan dalam penanganan Karhutla.
Kesiapan Pompa Jadi Perhatian
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menekankan pentingnya menjaga kesiapan seluruh sarana pendukung.
Menurut Hilman, kesiapan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada personel yang bertugas di lapangan.
“Pompa dan sumber air harus selalu dalam kondisi siap, sehingga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, dapat bergerak cepat dan memberikan dukungan secara maksimal,” kata Hilman.
Ia menilai kesiapan peralatan menjadi bagian penting dalam mempercepat dukungan ketika kebakaran membutuhkan pasokan air.
Karena itu, personel terus memeriksa kondisi peralatan untuk memastikan pompa dapat bekerja ketika satgas membutuhkan dukungan tersebut.
Selain peralatan, satgas juga memeriksa kondisi sumber air di kawasan Embung Jokowi.
Personel memastikan ketersediaan air tetap memadai serta menjaga jalur masuk air agar tetap bersih dan tidak mengalami gangguan.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan air untuk mendukung operasi pemadaman Karhutla.
Dengan demikian, satgas tidak hanya mengandalkan kesiapan pompa, tetapi juga memastikan sumber air mampu mendukung kebutuhan operasi.
Jaga Posko Selama 24 Jam
Selain melakukan pemeliharaan, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor menjalankan penjagaan posko selama 24 jam secara bergantian.
Personel menjaga seluruh sarana pendukung agar tetap aman dan terhindar dari gangguan yang dapat menghambat penggunaannya.
Pola penjagaan tersebut sekaligus memastikan personel dapat segera merespons apabila membutuhkan dukungan dari fasilitas di Posko Embung Jokowi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan sebelum api muncul di lapangan.
Pemeliharaan peralatan dan sumber air menjadi bagian dari upaya menjaga kemampuan respons satgas terhadap potensi kebakaran.
Karena itu, satgas terus memastikan pompa, selang, saluran air, dan sumber air berada dalam kondisi yang mendukung operasi.
Kesiapan tersebut menjadi semakin penting ketika wilayah Kalimantan Selatan masih menghadapi potensi Karhutla.
Melalui pemeliharaan rutin dan penjagaan berkelanjutan, Lanud Sjamsudin Noor menjaga dukungan pasokan air agar dapat bergerak cepat ketika dibutuhkan.
Langkah ini sekaligus memperkuat kesiapsiagaan unsur pendukung dalam menghadapi penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
(Pen Lanud Sjamsudin Noor)
