BANDUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Patriot Berintegritas dan Berwawasan Indonesia (PBBI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 dengan menggelar kegiatan sosial berupa khitanan massal dan pemberian santunan kepada anak yatim di sekretariat DPP PBBI, Kelurahan Cijaura, Kecamatan Buah Batu. Bandung, pada Minggu (23/11/2025).
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum LSM PBBI Iman Indrawan Sentosa juga menyerahkan SK DPD Kota Bandung kepada Agus Mulyadi sebagai peneguhan struktur organisasi di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Iman Indrawan menegaskan bahwa PBBI hadir bukan untuk pencitraan maupun pelengkap pesta demokrasi.
“Kita berdiri untuk rakyat, untuk keadilan, dan untuk membongkar setiap penyimpangan. Jika ada yang salah, kami tidak akan diam. Tidak ada kekuasaan yang terlalu besar untuk disentuh kebenaran,” tegasnya.
Iman menjelaskan bahwa usia empat tahun bukan akhir, melainkan awal perjuangan yang lebih besar. Di tengah konflik kepentingan yang kerap membayangi birokrasi, PBBI hadir sebagai palu godam untuk mengingatkan rezim yang tidak beres.
Ia juga menyebut, banyak pejabat yang alergi terhadap kritik dan hanya memandang rakyat sebagai angka statistik. “Jika negara lalai menjaga keadilan, rakyat akan melakukannya sendiri,” ujar Iman.
Ia juga meminta seluruh anggota PBBI siap berada di garis terdepan dalam memperjuangkan hak publik serta mengungkap praktik-praktik kotor yang merugikan masyarakat.
Iman turut mengingatkan pihak-pihak yang merasa kebal hukum, terutama para pengelola anggaran publik yang menjadikan jabatan sebagai sarana memperkaya diri. “Kalau Anda takut transparansi, maka Anda bagian dari masalah.”
Sementara itu, Ketua DPD PBBI Kota Bandung, Agus Mulyadi, mangatakan bahwa Bandung merupakan pusat pergerakan yang harus dijaga dari segala bentuk penyimpangan.
“Jika ada penyimpangan anggaran, proyek siluman, atau permainan licik yang merugikan rakyat, kami akan mengungkapnya. Tidak ada ruang bagi penjahat berdasi di kota ini,” pungkasnya





