LAMPUNG — Prajurit Yonif 7 Marinir dan Yonif 9 Marinir bertukar pengetahuan militer dengan personel United States Marine Corps (USMC), Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF), dan Republic of Korea Marine Corps (ROK MC).

Pertukaran pengetahuan tersebut berlangsung melalui skema Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Kegiatan berlangsung di Yonif 7 Marinir, Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Forum tersebut membahas dua materi utama, yakni Jungle Operation atau operasi hutan dan Fire Support Team (FST) atau tim bantuan tembakan.

Pertukaran Taktik Operasi Hutan

Pada materi Jungle Operation, peserta membahas sejumlah teknik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan operasi di medan hutan.

Materi mencakup contact drill purnajumpa dan penyelesaian sasaran, penggunaan isyarat tangan, serta taktik regu dalam patroli.

Peserta juga bertukar pengalaman mengenai navigasi darat untuk mendukung mobilitas dan koordinasi pasukan selama operasi.

Sementara itu, materi Fire Support Team membahas integrasi bantuan tembakan dalam pelaksanaan operasi gabungan.

Peserta mendiskusikan koordinasi antara Forward Observer atau pengamat depan dengan satuan artileri serta Close Air Support atau dukungan tembakan udara.

Pembahasan tersebut diarahkan untuk menyelaraskan prosedur komunikasi dan taktik pemanggilan bantuan tembakan dalam operasi gabungan.

Perkuat Interoperabilitas

Kegiatan SMEE menjadi forum bagi prajurit negara peserta untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan prosedur operasi.

Pertukaran tersebut diharapkan meningkatkan interoperabilitas, kesiapsiagaan, serta kemampuan melaksanakan operasi gabungan.

Latihan juga memperkuat kerja sama antara TNI, USINDOPACOM, dan negara-negara mitra.

Selain aspek operasional, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis dan diplomasi pertahanan.

Kerja sama melalui SGS 2026 diharapkan turut mendukung terciptanya stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.