DIKSIBER.id | THAILAND – Jauh dari Yogyakarta, tiga dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta membawa misi kesehatan masyarakat menembus batas negara. Di Pondok Rasmianusorn, Chanong, Chana, Thailand, para peserta didik, khususnya remaja putri, untuk pertama kalinya mendapatkan edukasi mendalam tentang higiene sanitasi personal.

Termasuk topik yang kerap dianggap tabu namun sangat krusial, yaitu kebersihan saat menstruasi. Bukan sekadar ceramah, melainkan pelatihan praktis yang dirancang untuk mengubah perilaku sehari-hari secara nyata dan berkelanjutan.

Tim dosen UAD Yogyakarta yang terdiri dari Tri Wahyuni Sukesi, M. Syamsu Hidayat dan Sulistyawati melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional dalam dua periode pelaksanaan, yaitu tanggal 2-3 Maret 2026 dan tanggal 18-20 Mei 2026. Kegiatan ini didukung penuh oleh Universitas Ahmad Dahlan sebagai pemberi hibah kegiatan pengabdian.

Kegiatan PkM Internasional ini mengangkat tema peningkatan pengetahuan dan keterampilan higiene sanitasi personal serta penguatan kepedulian terhadap kebersihan diri dan lingkungan bagi peserta didik pondok.

Program ini merupakan bagian dari komitmen UAD dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kolaborasi internasional.

Ketua tim pengabdian Tri Wahyuni Sukesi menegaskan, program ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan upaya nyata untuk menyentuh kehidupan para peserta didik secara langsung dan bermakna.

“Kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik melalui penguatan perilaku higiene sanitasi sejak dini. Pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan individu maupun kesehatan lingkungan secara berkelanjutan,” kata Tri Wahyuni, dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Tri Wahyuni, kemitraan antara UAD dan Pondok Rasmianusorn ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas batas yang tidak hanya bermanfaat bagi para peserta didik tetapi juga memperkuat jejaring internasional UAD dalam bidang kesehatan masyarakat dan pendidikan kesehatan.

Melalui program ini, diharapkan terjalin hubungan kerja sama internasional yang semakin erat antara UAD dengan institusi pendidikan di Thailand.

“Khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat, pendidikan kesehatan dan pengembangan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan peserta didik,” ujarnya.

Di Chana, Thailand, sebuah benih pengetahuan tentang kebersihan dan kesehatan telah ditanam. Kini giliran para peserta didik Pondok Rasmianusorn yang merawat dan menumbuhkannya, dalam setiap rutinitas harian, dalam setiap keputusan kecil tentang kebersihan diri dan lingkungan mereka.

Selanjutnya, anggota tim Syamsu menyoroti fakta di lapangan bahwa masih banyak remaja yang belum memahami praktik kebersihan diri secara tepat dan benar. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama mengapa program edukasi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama di lingkungan pondok yang dihuni oleh banyak remaja dalam satu atap.

“Edukasi mengenai higiene sanitasi personal perlu dilakukan secara berkesinambungan karena masih banyak remaja yang belum memahami praktik kebersihan diri secara tepat. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, diharapkan peserta mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Syamsu.

Sementara itu, anggota tim lainnya Sulistyawati menekankan, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar urusan estetika, melainkan fondasi dari terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman dan produktif. Menurut dia, kesadaran kolektif peserta didik untuk merawat kebersihan pondok adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup mereka.

“Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman dan produktif. Pelatihan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif peserta didik untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pondok,” ucap Sulistyawati.

Kegiatan PkM Internasional ini terlaksana atas dukungan penuh dari UAD sebagai pemberi hibah serta kontribusi nyata dari Pondok Rasmianusorn sebagai mitra PkM Internasional.

“Tim pengabdian secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pondok Rasmianusorn atas dukungan dan keterbukaan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan,” ungkap Tri Wahyuni.

Lebih lanjut, dijelaskan Tri Wahyuni, pada hari pertama, 2 Maret 2026, pelaksanaan difokuskan pada pelatihan dan workshop mengenai pengetahuan serta keterampilan higiene sanitasi personal. Salah satu fokus terpenting dalam sesi ini adalah edukasi kebersihan saat menstruasi.

Tim pengabdian memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, cara penggunaan dan penggantian pembalut yang benar hingga pengelolaan limbah pembalut secara higienis dan aman bagi lingkungan. Edukasi ini secara khusus menyasar peserta didik perempuan, dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap kesehatan reproduksi sejak usia remaja.

Hari kedua, 3 Maret 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan workshop tentang kepedulian dalam menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang bersih sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit berbasis lingkungan.

Materi edukasi mencakup pengelolaan sampah, pentingnya kebersihan kamar dan lingkungan pondok, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian yang menyatu dengan budaya sehari-hari. ***