Blitar – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin terkait insiden kerusuhan yang terjadi di sisi utara Polres Blitar Kota dan upayanya dalam menjaga kondusivitas di kota tersebut. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Wali Kota menjelaskan bahwa dirinya dan sejumlah pihak berwenang, termasuk Ketua DPRD dan Dandim, secara aktif terlibat dalam meredakan ketegangan yang terjadi.
“Keamanan di sekitar sangat kami perhatikan. Sebelumnya, ada serangan ke Polres yang kemudian berlanjut ke DPRD. Kami, dengan kekuatan terbatas, berusaha menghalau massa yang datang dengan jumlah besar. Saat itu kami hanya memiliki sekitar 100 orang di lapangan,” jelas Wali Kota Blitar, Rabu (03/9).
Ibin menambahkan bahwa untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, dirinya dan tim berupaya untuk menenangkan para demonstran dengan cara yang damai. “Kami menggunakan pendekatan persuasif, memberikan air minum, dan mengajak mereka berbicara. Alhamdulillah, banyak dari mereka yang berasal dari Blitar dan mengenal saya, sehingga mereka bersedia untuk mendengarkan dan tidak melanjutkan tindakan anarkis,”terangnya.
Namun, meskipun upaya damai tersebut dilakukan, aksi bakar ban dan kerusakan tetap terjadi pada dini hari, setelah massa mulai bergerak ke arah timur. “Jika kami tidak berada di sana, saya khawatir kejadian tersebut bisa lebih parah, bahkan DPRD Kota Blitar bisa menjadi sasaran kerusakan yang lebih besar,” tambahnya.
Ibin juga menanggapi tuduhan yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa dirinya memfasilitasi para demonstran. “Itu semua tidak benar. Kami sejak sore hingga pagi menjaga gedung Pemkot dan DPRD dengan jumlah personel yang terbatas. Kami tidak ada niat untuk memfasilitasi kerusuhan, justru kami berusaha untuk menciptakan situasi yang kondusif dan damai,” tegas Wali Kota.
Dia juga mengingatkan bahwa dalam situasi seperti ini, upaya untuk menjaga kedamaian harus dilakukan dengan berbagai cara. “Kondusivitas kota menjadi prioritas utama, dan kami berusaha melakukannya dengan pendekatan yang hati-hati, meskipun kadang harus menghadapi risiko besar.”
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin,
berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi isu yang beredar, terutama di media sosial, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya dan ke depan, Kami akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian, TNI, dan masyarakat untuk memastikan situasi di Kota Blitar tetap aman dan kondusif.”tegasnya.
