LABUHANBATU-Puskesmas Tanjung Haloban di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan setelah persoalan internal di lingkungan fasilitas kesehatan tersebut kembali viral di media sosial.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Hj. Tuti Noprida Ritonga, S.Si., Apt., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tanjung Haloban pada 25 Juli 2026. Sidak dilakukan sebagai upaya menengahi konflik internal sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Dalam kunjungannya, Kepala Dinas Kesehatan memeriksa daftar kehadiran pegawai dan memimpin rapat internal bersama seluruh jajaran Puskesmas Tanjung Haloban.
Pada kesempatan itu, Tuti meminta seluruh pegawai menjaga kekompakan serta mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Mari kita menjaga ketertiban dan keamanan di sini, bekerja dengan baik dan kompak. Puskesmas ini adalah rumah kita, tempat kita mengabdi. Apa yang sudah terjadi jadikan momentum untuk bersatu dan menjaga nama baik dunia kesehatan. Saya berharap ke depan tidak ada lagi masalah,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Usai rapat, seluruh pegawai melakukan foto bersama. Salah seorang perwakilan pegawai, Jeni, juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang sempat menjadi perhatian publik. Ia berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi serta meminta pimpinan dapat bersikap adil dan mengayomi seluruh pegawai.
Namun, beberapa hari setelah sidak tersebut, persoalan di Puskesmas Tanjung Haloban kembali mencuat dan kembali menjadi perbincangan di media sosial.
Menanggapi hal itu, awak media menghubungi Kepala Puskesmas Tanjung Haloban, Susyani, melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta klarifikasi.
Menurut Susyani, dirinya tetap menjalankan tugas sebagai Kepala Puskesmas sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan karena hingga saat ini belum ada keputusan yang mencabut surat keputusan (SK) pengangkatannya.
“Saya diperintahkan Bu Kadis untuk masuk kerja seperti biasa karena sampai hari ini saya masih sebagai kepala puskesmas berdasarkan SK yang saya pegang. Jadi saya menjalankan tanggung jawab sebagai kepala puskesmas sampai ada pencabutan SK,” kata Susyani.
Ia mengaku sempat terkejut ketika sejumlah pegawai mendatangi ruang kerjanya yang berada di lantai dua.
“Saya melihat mereka ramai-ramai naik ke lantai dua menuju ruangan saya. Saya kaget dan tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya memilih meninggalkan ruangan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pegawai yang diduga terlibat dalam peristiwa viral kedua tersebut mengenai kronologi maupun penyebab kembali munculnya persoalan di lingkungan Puskesmas Tanjung Haloban. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.
