Ia menyebutkan, banjir tersebut berdampak pada sekitar 900 kepala keluarga (KK). Pemerintah daerah, kata dia, telah menurunkan personel dari BPBD, Dinas Sosial, serta mendapat dukungan dari BPBD Provinsi Banten.
“Kami juga sudah mengerahkan tiga unit pompa air untuk menyedot genangan. Namun karena curah hujan sangat tinggi, debit air justru terus bertambah,” jelasnya.
Ratu Zakiyah menegaskan, prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia, bayi, dan anak-anak yang telah dievakuasi ke tempat pengungsian.
“Alhamdulillah, logistik makanan dan tim medis sudah kami siagakan untuk melayani warga terdampak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ratu Zakiyah mengungkapkan bahwa penanganan banjir di BCP 2 dan wilayah lain di Banten memerlukan solusi jangka panjang dan tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Penanganan banjir tidak bisa sendiri-sendiri. Kita perlu duduk bersama, baik dengan wali kota, gubernur, hingga pemerintah pusat. Normalisasi sungai di satu titik saja tidak cukup jika wilayah lain masih terdampak,” tegasnya.
Ia juga menyebut adanya dukungan dari Anggota DPR RI Jajuli yang mendorong koordinasi lintas daerah hingga ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk mencari solusi menyeluruh.
Menutup keterangannya, Ratu Zakiyah memohon doa agar banjir segera surut dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing.
“Kami mohon doa agar warga diberikan kekuatan dan kesabaran. Ini ujian bagi kita semua, semoga kita bisa melewatinya bersama,” pungkasnya.
