Flores, NTT — TNI mengerahkan 1.267 personel untuk membantu menangani dampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga Sabtu (15/8/2026).

Puspen TNI mencatat, personel tersebut tersebar di enam wilayah terdampak. Sebanyak 263 personel bertugas di Kabupaten Sikka, 105 personel di Ngada, dan 400 personel di Nagekeo.

Selanjutnya, TNI menempatkan 120 personel di Kabupaten Ende, 295 personel di Manggarai dan Manggarai Timur, serta 84 personel di Manggarai Barat.

Personel TNI bersama Basarnas, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat melakukan pencarian serta penanganan korban bencana.

Mereka juga membantu perawatan korban dan menangani dampak kerusakan di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Selain itu, TNI mendukung pengoperasian posko dan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam operasi tersebut, TNI mengerahkan 89 unit kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan, serta menyiapkan 120 velbed untuk mendukung penanganan di lapangan.

TNI Angkatan Laut turut menyiapkan satu unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda.

Helikopter tersebut mendukung mobilitas personel sekaligus distribusi bantuan menuju wilayah terdampak yang membutuhkan penanganan.

Puspen TNI menyebut pengerahan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) menjadi bagian dari respons cepat TNI terhadap bencana.

TNI bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mempercepat pencarian, evakuasi, dan perawatan korban.

Upaya tersebut juga mencakup dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat serta kondisi wilayah yang terdampak gempa bumi.

Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengautentikasi informasi tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Pengerahan kekuatan TNI di berbagai wilayah Flores menunjukkan kesiapsiagaan institusi pertahanan dalam mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak.

#TNIPrima #TNIRakyat #IndonesiaEmas2045