“Kami ingin menyiapkan khatib yang siap secara keilmuan, retorika, dan teknik public speaking. Saat ini, masih banyak khatib yang belum memperbarui informasi mengenai isu-isu keumatan terkini, sehingga khotbah yang disampaikan terkadang kurang rileks dan kurang relevan dengan kondisi jemaah,” ujar Mafrukhin.
Pernyataan itu menggambarkan pentingnya peningkatan kapasitas khatib agar pesan yang disampaikan tidak terasa jauh dari realitas masyarakat. Mimbar Jumat dapat menjadi ruang untuk menguatkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mengajak umat merespons persoalan sosial dengan bijak.
Pelatihan tersebut diikuti perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IKADI se-Kabupaten Serang serta sejumlah kader muda potensial. Mereka dipersiapkan agar kelak dapat menjadi khatib di masjid-masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Melalui kegiatan ini, IKADI Kabupaten Serang berupaya menyiapkan estafet dakwah agar terus berjalan. Harapannya, semakin banyak khatib muda yang mampu menyampaikan pesan keagamaan dengan ilmu yang memadai, tutur kata yang menyejukkan, dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai yang mereka sampaikan.
Sebab, dakwah yang bermakna bukan hanya terdengar ketika seseorang berdiri di atas mimbar, tetapi juga terasa melalui perilaku baik yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
