Labuhanbatu – Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, menghadiri sekaligus menyaksikan prosesi pelepasan santriwan dan santriwati RA-Al Hidayah Bulu Cina angkatan ke-19 Rabu 10/6/2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Raudhatul Athfal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.
Kehadiran Wakil Bupati Labuhanbatu dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Jamri menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing serta mendidik anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.”Anak-anak adalah aset berharga bagi keluarga, daerah, dan bangsa. Tanamkan nilai-nilai agama, kedisiplinan, serta semangat belajar sejak dini agar kelak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan membanggakan orang tua,” ujarnya.
Menurut wakil Bupati Pendidikan Anak usia dini merupakan pondasi paling krusial dalam membentuk karakter, mental dan spiritual generasi penerus bangsa.” Di usia emas inilah nilai dasar agama dan moralitas harus ditanamkan dengan kuat”.
Wakil Bupati juga berpesan kepada para orang tua agar terus memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan kepada anak-anak dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya.”Jangan pernah lelah mendampingi anak-anak kita. Keberhasilan mereka di masa depan tidak terlepas dari peran besar orang tua dan guru yang selalu memberikan motivasi serta teladan yang baik,” tambahnya.
Kepala Sekolah RA- Alhidayah, Nurlina Spd, dalam sambutannya menyampaikan RA merupakan pendidikan formal jasmani ataupun rohaninya untuk perkembangan agar anak mempunyai kesiapan masuk generasi masa depan.
Ia juga menyampaikan, bahwa di RA tidak diajarkan untuk calistung, di ra cuma diajarkan pengenalan huruf dan angka, RA tidak dituntut untuk pintar tapi RA dituntut untuk bahagia, jika mereka bahagia otaknya semakin cerdas jika mereka tertekan mereka tidak akan mendapatkan kecerdasan yang dimiliki anak usia 0 sampai dengan 6 tahun.
Dikesempatan tersebut Nurlina memohon maaf kepada seluruh orang tua santri, bilah mana terdapat tata didik yang kurang pas terhadap anak – anak, ” terkadang ada kata marah yang keluar dari kami para guru, namun marah tersebut bukan karena benci, namun marah karena sayang yang menginginkan anak ibu menjadi anak anak yang tumbuh terdididik.ujarnya.
Kepala RA Al Hidayah Bulu Cina juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Labuhanbatu yang dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta didik, guru, dan orang tua.
Pelepasan santri yang dirangkai dengan pentas seni tersebut diiringi suasana haru saat para santriwan dan santriwati menampilkan berbagai pertunjukan, seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hafalan doa-doa, serta penampilan seni islami yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan wali murid.
Acara pelepasan tersebut diakhiri dengan prosesi penyerahan tanda kelulusan kepada para santriwan dan santriwati, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas perjalanan pendidikan mereka di RA Al Hidayah Bulu Cina.
Turut menyaksikan prosesi pelepasan santri RA-Al Hidayah Asisten I Drs Sarimpunan Ritonga, MPd, Asisten III Zaid Harahap, S.Sos, MM, Kepala yayasan RA.Al Hidayah Lurah Sidorejo, Kepala Sekolah SD N2, N3, Tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat dan orang tua santri.
