BANDUNG,– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana yang digelar di Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Senin (29/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog langsung antara pimpinan daerah dan para ketua RW untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi warga.

Lurah Nyengseret, Yanti, SE, menyampaikan bahwa kehadiran Wali Kota memberikan penguatan besar terhadap upaya percepatan penyelesaian berbagai isu di tingkat kewilayahan.

“Tadi kita sama-sama menyaksikan bagaimana para Ketua RW menyampaikan kondisi dan kebutuhan di wilayahnya masing-masing, dan Pak Wali langsung menanggapi serta mengoordinasikannya dengan perangkat daerah terkait,” ujar Yanti.

Menurutnya, mekanisme yang sudah berjalan selama ini tetap menjadi dasar dalam penanganan berbagai persoalan. Namun, kehadiran langsung pimpinan daerah memberi nilai tambah berupa penguatan koordinasi lintas perangkat daerah sehingga respon dapat lebih terarah dan cepat.

“Dengan arahan langsung dari Pak Wali, koordinasi antar-SKPD menjadi semakin kuat, sehingga permasalahan yang disampaikan warga bisa segera ditindaklanjuti secara lebih efektif,” tambahnya.

Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah masih rendahnya kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA). Yanti menjelaskan bahwa meskipun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) telah rutin melakukan sosialisasi dan pelayanan keliling (mepeling), termasuk melalui penyebaran informasi di berbagai kanal komunikasi warga, masih diperlukan penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen tersebut.

“Alhamdulillah, hal-hal yang muncul di lapangan langsung kita tindaklanjuti bersama,” ujarnya.

Yanti menegaskan bahwa kegiatan seperti Siskamling Siaga Bencana yang disertai dialog terbuka sangat strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan publik.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar. Tadi Pak Wali telah menunjukkan komitmen itu dengan menyerap langsung aspirasi masyarakat dan mengarahkan perangkat daerah untuk menindaklanjutinya,” pungkasnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah kota dan masyarakat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana.