CILEGON — Wali Kota Cilegon Robinsar menekankan pentingnya kecerdasan digital bagi santri di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri peringatan satu abad Pondok Pesantren Al-Jahrotunnaqiyyah yang dirangkaikan dengan haul pendirinya, KH Abdul Lathief, di Cibeber, Cilegon, Banten, Senin (13/4/2026).

Menurut Robinsar, pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Ia mengingatkan penggunaan teknologi, khususnya ponsel, harus disikapi bijak oleh para santri karena memiliki dampak ganda.

“Teknologi itu seperti dua sisi mata pisau. Santri harus mampu memilah mana yang baik dan mana yang tidak,” ujarnya.

Selain itu, ia mengapresiasi peran pesantren yang dinilai konsisten dalam membina generasi muda serta berkontribusi dalam pendidikan keagamaan di masyarakat.

Robinsar juga menilai keberlangsungan Al-Jahrotunnaqiyyah hingga satu abad menjadi bukti kuatnya nilai keikhlasan dan dedikasi para pendiri serta tenaga pendidik.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Yayasan Al-Jahrotunnaqiyyah Abdul Rasyid Khan menyebut pesantren tersebut telah melewati empat generasi kepemimpinan dengan jumlah santri mencapai sekitar 2.000 orang.

Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengembangkan pendidikan keagamaan dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.