SERANG— Banjir telah melanda Desa Renged, Kecamatan Binuang hingga menyebabkan para warga berhamburan masing-masing untuk menyelamatkan diri setelah air dengan cepat mengepung rumah-rumah penduduk, Sabtu (24/1/2026).
Banjir yang melanda di akibatkan meluapnya kiriman dari sungai kali cidurian dan curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak dua minggu yang sehingga mengakibatkan sungai meluap dan merendam permukiman warga tiga tiga kampung tergenang air.
Banjir masuk ke rumah warga dengan Desa Renged Kecamatan Binuang dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari satu meter hingga satu miter setengah.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke masing-masing tempat yang lebih aman ada yang masih berdiam di rumah yang agak dataran tinggi ada juga yang mengunggsi ke jalan tanggul sambil menyelamatkan barang-barang berharga seadanya.
Saat wartawan Diksiber investigasi ke lokasi salah satu warga mengatakan “Air datang dan masuk ke rumah-rumah sangat cepat sehingga kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Yang penting keluarga aman.”
Kutub selaku Kades Desa Renged bersama Babinkamtibnas telah turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang terdampak serta memantau kondisi banjir, dan diharapan bantuan dari pemerintah Kabupaten dan Propinsi banten berupa tenda pengungsian sekaligus dapur umum dan sumbangsihnya dari para donatur.
Saat ini yang baru datang ke lokasi diantaranya Unsur Muspika Carenang dan Binuang, Puskesmas Binuang, BPBD, Tim SAR, Dinsos, Darma wanita, Kementrian Agama Kabupaten Serang, DKKBN Kabupaten Serang, Praksi Partai PDI dan Praksi Partai PKS Kabupaten Serang, Pungkas Kades Renged
Untuk sementara jalan dari Binuang menuju ke Cikande di tutup karena akses jalan tergenang air sebagian jalan di gunakan untuk pengungsian warga yang terdampak banjir.
Untuk saat ini dilaporkan aman tidak adanya korban jiwa namun aktivitas warga lumpuh dan kerugian material masih dalam pendataan.
