Pembinaan atlet tersebut, lanjut Andra Soni, juga diperkuat melalui masing-masing cabang olahraga (cabor) agar prestasi atlet Banten terus meningkat.
“Insya Allah pada tahun 2026 akan banyak digelar ajang olahraga multicabang di Provinsi Banten,” ucapnya.
Menurut Andra Soni, penyelenggaraan berbagai event olahraga tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga memberikan efek positif bagi masyarakat dan daerah, termasuk sektor ekonomi dan pariwisata.
“Kami ingin pembinaan ini berjalan berkelanjutan. Target akhirnya adalah peningkatan prestasi olahraga Banten di tingkat nasional hingga internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Banten, Agus Rasid, menyampaikan bahwa audiensi tersebut juga membahas kelanjutan Program Jangka Panjang (PJP) bagi atlet-atlet Banten.
“Agenda utama adalah melanjutkan Program Jangka Panjang atlet Banten, khususnya mereka yang sebelumnya berprestasi di PON maupun di level internasional seperti Asian Games dan Olimpiade,” ujar Agus.
Ia menegaskan kesiapan KONI Provinsi Banten dalam mendukung langkah daerah menuju tuan rumah PON 2032. Menurutnya, atlet-atlet yang masuk dalam PJP saat ini telah menjalani latihan rutin yang diselenggarakan oleh masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga.
“Tuan rumah PON 2032 akan menjadi sejarah bagi Provinsi Banten. Atlet-atlet kami dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan,” pungkasnya.
