TANGERANG — Gubernur Banten Andra Soni mengucapkan selamat hari jadi ke-33 untuk Kota Tangerang. Ia berharap kota tersebut mampu menjaga konsistensi pertumbuhan dan kemajuan yang telah dicapai selama lebih dari tiga dekade terakhir.
Hal itu disampaikan Andra Soni usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-33 Kota Tangerang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu (28/2/2026).
“Dirgahayu yang ke-33. Sebagai kota mandiri, Kota Tangerang mengalami kemajuan yang cukup pesat dan menjadi salah satu simbol kota maju di Provinsi Banten,” ujarnya.
Menurut Andra, pesatnya pertumbuhan juga diiringi dengan tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, ia mendorong pendekatan pentahelix—kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah. Meski wilayah Tangerang Raya tergolong maju, perhatian pembangunan juga akan difokuskan ke daerah lain seperti Lebak dan Pandeglang.
“Upaya kita adalah mengikis disparitas wilayah, agar semua daerah maju dan tumbuh bersama,” tegasnya.
Andra juga menyoroti kemajuan sektor pendidikan di Kota Tangerang, termasuk program sekolah gratis yang telah berjalan. Model tersebut, kata dia, akan diperluas oleh Pemprov Banten untuk jenjang SMA, SMK, dan SKh, termasuk sekolah berbasis keagamaan setara SMA.
Selain pendidikan, ia juga menyinggung pengelolaan Situ Cipondoh yang kini sertifikatnya telah kembali ke Provinsi Banten.
“Artinya pengelolaan situ kembali ke Pemprov Banten. Sekarang sedang dicek luasan HGU yang diberikan Pemprov Jawa Barat dulu dengan luasan saat ini,” jelasnya.
Ke depan, Situ Cipondoh tidak hanya difungsikan sebagai penampungan air, tetapi juga akan dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kepentingan masyarakat.
Terkait persoalan banjir dan sampah, Pemprov Banten disebut tengah fokus menangani saluran air seperti Sungai Cirarab dan Sungai Angke guna meminimalisir potensi genangan.
Di kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut usia 33 tahun sebagai momentum refleksi atas berbagai capaian pembangunan.
“Berbagai rintangan dan tantangan kita lalui bersama. Raihan pembangunan bisa kita rasakan bersama-sama. Ini hasil kolaborasi pentahelix,” ujarnya.
Ia berharap, di usia ke-33, Kota Tangerang semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara merata.
