ASAHAN – Dugaan tindak kekerasan terjadi di lokasi eks HGU Kuala Piasa Estate, Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan. Peristiwa yang berlangsung siang hari itu disebut melibatkan puluhan hingga ratusan orang yang mengaku sebagai karyawan PT BSP.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rombongan berjumlah sekitar 100–200 orang datang ke area lahan seluas kurang lebih 366 hektare. Awalnya situasi dilaporkan berjalan kondusif. Namun menjelang pukul 13.00 WIB, kondisi berubah memanas setelah terjadi adu argumen antara rombongan dan warga yang berada di lokasi.

Beberapa nama disebut berada di lapangan, termasuk seseorang yang disebut sebagai manajer keamanan perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait tudingan tersebut.

Menurut keterangan warga, situasi memicu ketegangan ketika sebuah plang yang diklaim milik masyarakat dirusak. Tidak lama berselang, terjadi keributan yang berujung pada dugaan aksi pemukulan terhadap seorang warga bernama Dani yang disebut berusaha melerai.

Insiden tak berhenti di situ. Seorang warga lain yang disebut berada di pondok sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami penganiayaan. Korban disebut mengalami luka di bagian kepala dan cedera pada tangan dan telah mendapatkan perawatan medis.

Pihak keluarga korban menyatakan akan menempuh jalur hukum atas peristiwa tersebut.

Sejumlah pihak mendesak Polres Asahan segera mengusut tuntas kejadian ini dan memastikan proses hukum berjalan objektif. Jika terbukti terjadi tindak pidana kekerasan secara bersama-sama, aparat diminta menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kuasa hukum korban menyatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

“Kami berharap penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan transparan. Jika diperlukan, kami siap membawa laporan ini ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT BSP terkait dugaan keterlibatan oknum yang mengatasnamakan perusahaan dalam insiden tersebut. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi.

Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik agraria di Sumatera Utara yang kerap berujung gesekan antara masyarakat dan pihak perusahaan. Aparat penegak hukum kini diuji untuk memastikan supremasi hukum berjalan tanpa pandang bulu.

Kasus ini masih dalam penanganan. Publik menunggu langkah tegas aparat untuk mengungkap fakta secara terang dan adil.