Tegal, Jawa Tengah – Di balik kesederhanaan Makam Candi Tenjo di Desa Muncanglarang, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, tersimpan kisah panjang yang mengundang tanya. Sejak era kolonial hingga sekarang, makam ini diyakini membawa “kutukan” bagi pejabat atau aparat negara yang berani mengunjunginya entah berupa pemecatan, mutasi paksa, atau nasib buruk.

Makam yang dianggap sebagai tempat peristirahatan Syekh Abdurahman bin Muhammad Nursalim Dukuh Tenjo Mayasari seorang ulama yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Mbah Cenggini dari Desa Cenggini, Balapulang telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.

Menurut Tauhid (71), juru kunci makam, kepercayaan ini sudah mengakar sejak lama. “Dari dulu, makam ini dikenal sebagai makam kewalian (keramat), tapi tidak ada catatan pasti mengapa pejabat takut mendatanginya,” ujarnya.

Sobirin (67), warga Desa Batu Mirah, mengungkapkan bahwa mitos ini bahkan meluas hingga ke hal-hal kecil. “Konon, pasir dari makam ini bisa digunakan untuk ‘mengusir’ pegawai yang dibenci. Cukup taburkan di rumah mereka, maka mereka akan dipecat atau dipindahkan,” katanya.

Sebuah kejadian nyata memperkuat kepercayaan ini. Keponakan Tauhid pernah berurusan dengan tiga oknum polisi dari Polsek Bumijawa akibat perselisihan sepele. Tak lama setelah penangkapan, ketiga polisi tersebut dipindahkan secara mendadak ke daerah lain. Peristiwa ini semakin mengukuhkan reputasi mistis Makam Tenjo di kalangan aparat.

Berbeda dengan makam keramat lain yang biasanya dikelilingi pepohonan besar dan aura mistis, Makam Tenjo justru terlihat sangat biasa. Hanya dipagar bambu dengan luas 1,5 x 4 meter, nisan dari batu biasa, dan tanpa tanda-tanda ziarah seperti taburan bunga. Namun, kharismanya begitu kuat hingga pamong desa setempat enggan mendekat.

Tauhid menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi pejabat untuk berziarah. “Jika niatnya baik untuk berdoa, tahlil, atau sekadar menghormati—tidak akan ada masalah. Masalah muncul jika niatnya buruk,” jelasnya.

Namun, kepercayaan ini sudah begitu melekat sehingga sulit dihilangkan. “Sejak dulu, orang percaya begitu. Saya sendiri tidak tahu asal-muasalnya,” akunya.

Tanah tempat makam ini berdiri merupakan warisan keluarga Tauhid, dan keberadaannya telah ada sejak zaman kolonial. Apakah ketakutan pejabat terhadap makam ini hanya sugesti atau memang ada kekuatan gaib di baliknya?

Yang jelas, hingga kini, Makam Candi Tenjo tetap menjadi bagian dari sejarah mistis Jawa yang belum sepenuhnya terungkap.