SUKABUMI – Di Kampung Gandasoli RT 01/05, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, hidup seorang pengrajin golok yang sejak 2013 telah menekuni seni pandai besi tradisional. Lewat tangan terampil dan dedikasi tinggi, ia tak hanya melestarikan warisan budaya, tapi juga berinovasi menghadirkan bilah-bilah tajam yang memadukan nilai seni dan fungsi modern.

Beragam produk telah lahir dari bengkel sederhananya: mulai dari kujang pusaka yang sarat filosofi, golok tradisional yang tangguh dan elegan, hingga desain golok modern, pisau, dan keris yang memikat mata. Semua dikerjakan dengan presisi, mengandalkan pengalaman dan kecintaan terhadap seni tempa logam.

Salah satu keunggulan dari pengrajin ini adalah kemampuannya mengolah dua jenis bahan utama: baja pamor Damaskus yang dikenal karena keindahan motif alaminya, serta baja biasa yang kuat dan tahan lama. Kombinasi material dan teknik tradisional menjadikan setiap bilah tak hanya tajam dan tangguh, tapi juga memiliki nilai artistik tinggi.

Kujang yang dihasilkannya dibuat sesuai pakem tradisi Sunda, menjaga nilai-nilai spiritual dan historis. Golok tradisional didesain ergonomis, cocok untuk berbagai kebutuhan, baik harian maupun koleksi. Di sisi lain, produk modern yang dibuatnya tetap memegang teguh kualitas warisan leluhur, namun tampil lebih fungsional dan sesuai zaman.

Di tengah serbuan produk pabrikan massal, keberadaan pengrajin Gandasoli ini menjadi oase. Ia membuktikan bahwa kerajinan tradisional tetap relevan di era modern. Tak hanya menjual bilah, ia menawarkan kisah, nilai, dan cinta terhadap budaya lokal yang kini mulai tergerus zaman.

Bagi kolektor benda pusaka, pencinta produk handmade berkualitas, atau siapa pun yang menghargai hasil karya tangan, produk-produk dari pengrajin ini layak dimiliki. Setiap bilah menyimpan cerita tentang ketekunan, keahlian, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.