BANDUNG, – Memasuki awal tahun 2026, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat menandai babak baru pengabdian dengan menggelar upacara kenaikan pangkat massal. Sebanyak 588 personel, terdiri dari anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), secara resmi menyandang pangkat dan jabatan baru dalam sebuah upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., di Mako Polda Jabar, Jumat (2/1/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat dan penuh hikmat ini tidak hanya sekadar seremonial administratif, melainkan ditegaskan Kapolda sebagai momen peneguhan amanah dan peningkatan tanggung jawab dalam mengemban tugas negara. Kegiatan ini mengintegrasikan kenaikan pangkat Anggota Polri periode 1 Januari 2026 dengan kenaikan pangkat PNS Polri untuk periode Agustus, Oktober, dan Desember 2025.
Tampak hadir memenuhi lapangan upacara, Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Jabar, seluruh Pejabat Utama Polda, personel penerima kenaikan pangkat beserta keluarga, serta perwakilan Bhayangkari Polda Jawa Barat yang memberikan dukungan moril, menyiratkan kebersamaan dan dukungan penuh keluarga besar Polri terhadap setiap langkah karier anggotanya.
Secara statistik, kenaikan pangkat kali ini mencakup spektrum yang luas di semua jenjang. Dari total 588 personel, tercatat 60 orang Perwira Menengah (Pamen) dan 87 orang Perwira Pertama (Pama) yang naik pangkat. Sementara untuk tingkat Bintara, sebanyak 388 personel menerima kenaikan, diikuti 36 personel Tamtama. Selain anggota berseragam, 17 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri juga turut menyandang pangkat baru, menguatkan peran vital unsur sipil dalam mendukung operasional kepolisian.
Dalam amanatnya yang berisi pesan moral dan motivasi, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menegaskan dengan lugas bahwa esensi dari kenaikan pangkat jauh melampaui perubahan simbol di pundak atau kerah seragam. “Kenaikan pangkat ini bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan,” tegas Kapolda Jabar dengan suara lantang, “tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan amanah dari negara yang harus dipertanggungjawabkan dengan peningkatan kinerja, profesionalisme, serta integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.”
Kapolda menjelaskan bahwa kepercayaan yang diberikan negara tersebut adalah buah dari dedikasi, loyalitas tanpa pamrih, dan kinerja nyata personel selama ini dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, lanjutnya, konsekuensi logis dari kenaikan pangkat adalah bertambahnya beban tanggung jawab, tuntutan untuk selalu meningkatkan profesionalisme, dan keharusan untuk menjaga integritas diri di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya berharap dengan pangkat yang baru, seluruh personel dapat semakin dewasa dalam bersikap, bijak dalam bertindak, serta terus memberikan pelayanan yang terbaik dan humanis kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan, mengajak seluruh personel yang naik pangkat untuk menjadikan momen ini sebagai pegas motivasi. Beliau mendorong agar momentum ini diwujudkan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan soliditas dan sinergi internal satuan, serta menjaga dan memuliakan nama baik institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya di lingkungan Polda Jawa Barat.

Upacara yang penuh makna ini kemudian ditutup dengan rangkaian pemberian ucapan selamat dari seluruh pimpinan kepada masing-masing personel yang naik pangkat. Doa bersama juga dipanjatkan secara khidmat, memohon kepada Yang Maha Kuasa agar seluruh anggota Polri senantiasa dilimpahkan kesehatan, keselamatan dalam bertugas, serta kekuatan lahir dan batin untuk mengemban amanah dan tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang, demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat Jawa Barat.
