JAKARTA – Mudik Lebaran 2025 menjadi momen yang istimewa bagi jutaan masyarakat Indonesia. Tak hanya karena bisa bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, tetapi juga karena perjalanan kali ini terasa lebih lancar, nyaman, dan penuh makna. Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi langsung dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH. Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu mengatur dan mengawal arus mudik serta balik Lebaran 1446 H.

“Secara umum saya mengapresiasi penanganan arus mudik dan balik yang memudahkan masyarakat bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri. Fasilitas publik dan tempat ibadah juga tersedia di banyak titik keramaian dan rest area,” ujar Ketua Niam, Rabu (9/4/2025).

Menurutnya, suksesnya mudik tahun ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan waktu libur cukup panjang serta penerapan sistem kerja fleksibel. Hal ini memberi ruang bagi masyarakat untuk memilih waktu perjalanan secara lebih bijak dan menghindari kepadatan ekstrem.

Namun, yang tak kalah penting adalah partisipasi masyarakat itu sendiri. Kesadaran untuk tertib berlalu lintas, bersabar di perjalanan, serta mematuhi aturan menjadi kunci utama kelancaran mudik.

Lebih lanjut, Ketua Niam menyoroti gerakan sosial dari berbagai pihak yang turut mewarnai mudik kali ini. Sejumlah ormas, perusahaan swasta, hingga komunitas menyediakan program mudik dan balik gratis menggunakan moda transportasi massal.

“Ini adalah wujud nyata semangat ta’awun (tolong-menolong) dan takaful (saling menjamin). Semangat ini harus dijaga dan terus ditumbuhkan,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang lebih baik dan semangat gotong royong yang terasa kental, mudik tahun ini bukan sekadar perjalanan, tapi juga pengalaman yang menginspirasi. MUI berharap, semangat kolaborasi dan kepedulian sosial ini terus menjadi budaya dalam setiap momen besar bangsa.