Jakarta – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid At Thaqiriyah, Yonmarhanlan III Jakarta, pada Kamis (10/04/2025). Dalam balutan rasa syukur atas kenaikan pangkat yang mereka raih, para prajurit Yonmarhanlan III menggelar acara Doa Bersama dan Tasyakuran yang tak biasa—yakni dengan menghadirkan anak-anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bagian dari kebahagiaan mereka.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh prajurit yang menerima kenaikan pangkat, mulai dari Perwira, Bintara, hingga Tamtama. Acara diawali dengan doa bersama yang khusyuk dipimpin oleh Letda Mar Sumiran, memohon agar setiap pangkat baru membawa berkah, amanah, dan kekuatan dalam menjalankan tugas negara.
Namun, bukan hanya rasa syukur yang ditonjolkan. Momen ini juga menjadi panggung kepedulian sosial. Pemotongan tumpeng secara simbolis oleh perwakilan prajurit menandai semangat berbagi. Usai doa, para prajurit bergantian memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir, mengundang senyum tulus dari wajah-wajah kecil yang ikut merasakan kebahagiaan tersebut.
Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) III Jakarta, Letkol Marinir Anthonius P. Erwin, M.Tr.Opsla, dalam sambutannya menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan semata-mata bentuk apresiasi, melainkan amanah besar yang harus dijalani dengan tanggung jawab dan hati yang tulus.
“Melalui tasyakuran ini, kami ingin membagikan kebahagiaan kepada saudara-saudara kita, terutama anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Ini adalah bentuk nyata bahwa prajurit tidak hanya tangguh dalam tugas, tapi juga lembut dalam kepedulian,” ujarnya.
Acara ini pun menjadi simbol kuat bahwa TNI Angkatan Laut, khususnya Yonmarhanlan III Jakarta, terus berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat. Di tengah kerasnya tugas sebagai garda pertahanan negara, semangat untuk berbagi dan merangkul sesama tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari jiwa seorang prajurit.
Kebersamaan sore itu bukan hanya merayakan sebuah pencapaian, tapi juga memperkuat ikatan antara prajurit dan rakyat—bahwa dalam setiap langkah, ada doa, ada rasa syukur, dan ada cinta untuk sesama.
