BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengaku kagum saat mengunjungi Pondok Pesantren Fatimiyah yang terletak di RW 02, Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna. Pesantren ini berhasil menerapkan kemandirian pangan dengan konsep modern yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan lokal.
Melalui sebuah tayangan di kanal YouTube resmi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto terlihat terkejut melihat bagaimana para santri di bawah bimbingan DR. KH. Mulyadi Effendi mempraktikkan berbagai kegiatan produktif. Mereka menanam sayuran seperti cabai, kangkung, dan terong dengan penuh semangat. Lebih dari itu, para santri juga beternak ayam kampung petelur secara modern di pendopo khusus.
“Sangat bangga melihat pesantren yang fokus membina santri dalam program ketahanan pangan. Ini luar biasa!” ungkap Tri dengan antusias saat meninjau lokasi.
Keunikan Ponpes Fatimiyah tidak berhenti di situ. Mereka memanfaatkan limbah organik, seperti bekas bawang, untuk diolah menjadi pestisida alami. Selain itu, budidaya magot sebagai pakan alternatif dilakukan dengan cermat, memanfaatkan ruang di bawah kandang ayam. Bahkan, pesantren ini memelihara ayam merawang asal Bangka Belitung yang dipanen setiap empat bulan sekali.
Tidak hanya unggas, pesantren juga mengelola budidaya ikan air tawar serta memanfaatkan tanaman air azolla sebagai pakan alami. Langkah ini membuat pesantren tidak hanya mandiri secara pangan tetapi juga ramah lingkungan.
Wali Kota Tri Adhianto menilai inovasi ini layak dijadikan contoh bagi pondok pesantren lainnya di Kota Bekasi. Menurutnya, Ponpes Fatimiyah telah membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan terkecil.
“Apa yang dilakukan Ponpes Fatimiyah adalah bukti nyata bahwa pendidikan agama dapat bersinergi dengan pembangunan berkelanjutan. Saya harap ini bisa menjadi role model bagi pesantren lain,” tutup Tri.
Dengan konsep yang inovatif dan mandiri ini, Pondok Pesantren Fatimiyah membuktikan bahwa pendidikan agama tidak hanya menguatkan spiritualitas tetapi juga meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan lokal.
