Bekasi — Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Pondok Pesantren Mahasina, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi. Kamis malam (1/5), ratusan warga berkumpul dalam acara Halal Bihalal yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi.
Yang menarik, acara ini tak hanya dihadiri tokoh agama dan masyarakat, tapi juga aparat kepolisian. Wakapolsek Pondok Gede, AKP Kusnandar, hadir langsung dan berbaur dengan para tokoh serta warga, memperlihatkan kedekatan dan kekompakan antara polisi dan masyarakat.
Turut hadir pula tokoh-tokoh penting seperti Wakil Presiden RI ke-13 Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Wali Kota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, jajaran Forkopimda, serta para kiai, ustaz, dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Kusnandar menyampaikan bahwa kehadiran polisi bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga untuk menjaga silaturahmi dan mempererat kebersamaan.
“Polisi hadir sebagai sahabat masyarakat. Lewat acara seperti ini, kami ingin terus menjalin hubungan baik, menjaga ketertiban bersama, dan menciptakan rasa aman di lingkungan kita,” ujar AKP Kusnandar.
Acara berlangsung penuh makna. Diawali dengan sambutan dari panitia dan Wali Kota Bekasi, lalu diisi dengan tausiyah dari KH. Samsul Ma’arif, MA (Ketua PBNU DKI Jakarta) dan ceramah kebangsaan dari KH. Ma’ruf Amin. Ramah tamah dan doa bersama menjadi penutup yang hangat dari malam yang penuh nilai kebersamaan itu.
Kehadiran polisi pun mendapat respons positif dari warga. “Pak Kusnandar ini dekat sekali dengan masyarakat. Kami merasa nyaman dan terlindungi,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Momen Halal Bihalal ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan dan keharmonisan tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu sinergi antara semua pihak—ulama, tokoh masyarakat, warga, dan tentunya aparat kepolisian. Dengan kebersamaan, suasana damai dan rukun di Kota Bekasi bisa terus terjaga.
