Jakarta – Ribuan umat Buddha memadati Vihara Ekayana Arama – Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, dalam suasana penuh kedamaian untuk merayakan Tri Suci Waisak 2569 BE. Perayaan ini dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., yang turut memberikan sambutan hangat.

Waisak merupakan momen suci bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa agung: kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian pencerahan sebagai Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama (Parinibbana). Pada perayaan kali ini, umat Buddha diajak merenungkan nilai-nilai kebajikan, persaudaraan, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengusung tema “Semangat Kebersamaan untuk Waisak yang Maju”, Ketua Panitia Andrie Wongso mengajak umat untuk terus merawat harmoni dan kebijaksanaan dalam membangun perdamaian.

Prosesi Waisak dimulai sejak pagi pukul 07.30 WIB dengan ritual Pindapata, diikuti Puja Bhakti, dan tuntunan Sila oleh Kepala Vihara Ekayana Arama, Bhante Aryamaitri Mahasthavira. Bhante Dharmavimala Mahathera turut menyampaikan wejangan Waisak yang penuh makna.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan apresiasi atas peran Vihara Ekayana Arama sebagai pusat spiritual dan persaudaraan. Ia berharap momen Waisak dapat menguatkan persatuan di tengah keragaman bangsa. Senada, Wakil Gubernur DKI Jakarta menekankan pentingnya Waisak sebagai ajang refleksi untuk memperkokoh rasa persaudaraan dan kebijaksanaan.

Perayaan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pesan moral bagi bangsa: menjaga kedamaian dan keharmonisan sosial dalam kebhinekaan Indonesia. Dengan penuh khidmat, umat Buddha memperbarui komitmen untuk terus merajut persaudaraan dan kedamaian di tengah kehidupan sehari-hari.