MARTAPURA – TNI dan United States Army (US Army) menguji kemampuan operasi udara melalui latihan Live Fire menggunakan helikopter AH-64 Apache dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Latihan berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Kamis (3/9/2026), dengan Pos Tinjau Baru menjadi salah satu titik pelaksanaan kegiatan.

Selain latihan Live Fire, rangkaian kegiatan juga mencakup penerbangan malam atau night flight untuk menguji kemampuan awak helikopter menjalankan operasi udara dalam kondisi visibilitas terbatas.

Dalam latihan tersebut, personel TNI dan US Army melaksanakan sejumlah tahapan, mulai dari penerbangan, manuver taktis, hingga penembakan terhadap sasaran sesuai skenario operasi.

Kemampuan mengoperasikan helikopter AH-64 Apache pada malam hari juga menjadi bagian penting dalam latihan tersebut.

Latihan night flight menuntut awak helikopter menjaga ketepatan, koordinasi, serta keselamatan selama menjalankan setiap tahapan operasi.

Perkuat Interoperabilitas

Latihan bersama ini menjadi sarana bagi personel TNI dan US Army untuk bertukar pengalaman sekaligus menyelaraskan pemahaman mengenai prosedur operasi gabungan.

Kemampuan koordinasi antarpersonel dan satuan menjadi salah satu aspek yang terus diasah selama pelaksanaan SGS 2026.

Melalui berbagai materi latihan, peserta dihadapkan pada skenario yang membutuhkan kemampuan teknis, ketepatan tindakan, serta koordinasi dalam pelaksanaan operasi.

Super Garuda Shield 2026 menjadi wadah bagi TNI dan negara-negara mitra untuk memperkuat kerja sama pertahanan melalui latihan militer bersama.

Rangkaian latihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan interoperabilitas, profesionalisme, dan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai spektrum operasi pada masa mendatang.