PESAWARAN – Prajurit Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor mengasah kemampuan tempur melalui latihan Infantry Marksmanship Training Program (IMTP) dan Scout Stalking di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (3/9/2026).
Latihan tersebut melibatkan prajurit Korps Marinir TNI AL, United States Marine Corps (USMC) Amerika Serikat, Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) Jepang, serta Republic of Korea Marine Corps (ROK MC).
Latihan IMTP berfokus pada peningkatan kemampuan menembak tempur, terutama aspek ketepatan, kecepatan penggantian magasin, dan pengendalian tembakan.
Para prajurit menjalani sejumlah materi menembak dari posisi diam hingga menembak sambil bergerak.
Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan prajurit menghadapi situasi tempur yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan pengambilan keputusan.
Selain IMTP, latihan juga mencakup materi Scout Stalking untuk meningkatkan kemampuan pengintaian di medan operasi.
Dalam materi tersebut, prajurit berlatih teknik penyamaran, observasi, pemanfaatan medan, serta pergerakan secara tersembunyi.
Perkuat Interoperabilitas
Latihan Scout Stalking menuntut prajurit mengutamakan ketelitian, kesabaran, disiplin, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi medan.
Keterlibatan empat unsur marinir dari negara berbeda juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas selama pelaksanaan SGS 2026.
Melalui latihan bersama, para prajurit dapat menyelaraskan prosedur, teknik, serta kemampuan operasional dalam menghadapi berbagai skenario latihan.
Super Garuda Shield 2026 menjadi salah satu bentuk kerja sama pertahanan yang mempertemukan prajurit Indonesia dan negara mitra melalui berbagai materi latihan gabungan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kemampuan kerja sama antarpasukan dalam menjalankan operasi secara terpadu.
