LAMPUNG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengirim lima pengurus terbaiknya untuk mengikuti Pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 20–22 Februari 2026.

Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan PDM Tubaba dalam memperkuat ideologi persyarikatan sekaligus membawa misi besar pembaruan dakwah ke daerah.

Sekretaris Umum PDM Tubaba, Yudo Utomo, mengatakan keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk komitmen daerah dalam menyelaraskan visi gerakan Muhammadiyah dengan kebijakan pusat, khususnya dalam memperluas pemahaman tauhid murni dan penguatan dakwah kultural di era modern.

“Selain mengikuti sesi kajian utama, delegasi PDM Tubaba juga memanfaatkan momentum ini untuk berkonsolidasi dengan pimpinan daerah lain dari seluruh Indonesia guna berbagi inovasi program dakwah,” ujar Yudo Utomo.

Ia menegaskan, hasil pemikiran dan rumusan strategis dari forum nasional tersebut akan segera diterapkan di Tulang Bawang Barat, terutama dalam memperkuat syiar Islam yang mencerahkan di tengah masyarakat.

Ketua PDM Tubaba, Susilo Aris Nugroho, membenarkan pihaknya menugaskan lima pengurus untuk mengikuti agenda nasional tersebut. Mereka terdiri dari Sekretaris PDM Tubaba Yudo Utomo, pimpinan pleno H. Setya, Ketua Bidang Tabligh Tohari, Conang Hendro, serta unsur majelis dan lembaga yang diwakili Sofyan.

“Ya, kami menugaskan lima pengurus untuk mengikuti Pengajian Ramadan di Yogyakarta,” kata Susilo, Sabtu (21/2/2026).

Pengajian Ramadan 1447 H dibuka langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nasir, dengan khutbah iftitah bertema Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis.

Selain menjadi forum penguatan ideologi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi nasional pimpinan Muhammadiyah untuk berbagi pengalaman dalam mengelola amal usaha dan gerakan dakwah di berbagai daerah di Indonesia.