KOTA BANDUNG – Halaman Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung di Jalan R. Roesbandi Arcamanik, Jumat (28/11/2025), tampak jauh lebih padat dari biasanya. Sejak pagi, ratusan pengemudi ojek online (ojol) tertib mengantre mengikuti program ganti oli gratis yang digelar Bapas melalui Gerakan Nasional Pemasyarakatan Peduli.

Sebanyak 300 driver ojol terdaftar sebagai penerima manfaat. Menariknya, proses penggantian oli dikerjakan oleh 20 mekanik yang merupakan klien pemasyarakatan, sebagai bagian dari pemberdayaan dan pelatihan keterampilan kerja. Program ini sekaligus menjadi rangkaian Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bertema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa.”

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, hadir langsung dan memberikan apresiasi atas inisiatif yang dinilainya relevan dan berdampak nyata.

“Ini ide cemerlang. Program ini bukan hanya membantu driver ojol, tetapi juga memberdayakan klien pemasyarakatan,” ujar Farhan.

“Driver ojol adalah bagian penting dinamika kota. Mereka menjaga arus layanan masyarakat tetap bergerak dan mendukung roda ekonomi. Kegiatan seperti ini memberikan dampak sosial yang langsung dirasakan,” tambahnya.

Farhan menekankan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk terus mendorong kolaborasi lintas lembaga. “Kolaborasi seperti ini harus terus hidup dan berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapas Bandung Ahmad Baihaqi, mengungkapkan bahwa gagasan program ini bermula dari diskusi santai di teras kantor.

“Awalnya hanya direncanakan untuk 100 orang. Namun setelah koordinasi lebih lanjut, kami sepakat memperluas menjadi 300 penerima agar manfaatnya lebih besar,” jelas Baihaqi.

Tingginya minat membuat pendaftaran ditutup lebih cepat dari rencana. Baihaqi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata filosofi hukum dalam UU No. 1 Tahun 2023 yang menekankan keadilan restoratif.

“Pemasyarakatan bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga menghadirkan pemulihan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain layanan ganti oli, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara driver ojol, pemerintah, lembaga pemasyarakatan, komunitas, dan mitra usaha. Banyak pengemudi mengaku kegiatan ini memberi dorongan moral.

“Jarang ada kegiatan yang langsung menyentuh kami. Ini luar biasa dan semoga berlanjut,” kata salah satu driver.

Aksi sosial ini tidak hanya memperbaiki mesin kendaraan, tetapi juga mempererat solidaritas sosial. Di tengah ritme kota yang tak pernah berhenti, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian adalah energi yang harus terus dijaga.