SERANG — Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mendorong peringatan May Day 2026 di Kabupaten Serang menjadi momentum perubahan. Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (ASPSB) diminta tampil sebagai role model nasional dengan mengedepankan cara damai dan bermartabat, bukan aksi demonstrasi.
Pernyataan itu disampaikan usai audiensi dengan perwakilan buruh di Pendopo Bupati, Jumat (17/4/2026). Pemerintah daerah menegaskan arah baru peringatan Hari Buruh yang lebih kondusif dan kolaboratif.
“Jadikan kita role model nasional, buruh yang ramah dan bisa menyampaikan aspirasi dengan bermartabat,” tegas Ratu Zakiyah.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan May Day di Serang tidak akan diisi aksi turun ke jalan pada 1 Mei. ASPSB memilih menggelar kegiatan bersama masyarakat pada 3 Mei, lengkap dengan hiburan menghadirkan artis ibu kota.
Pemkab Serang pun all out memberi dukungan. Sejumlah layanan publik akan “diboyong” ke lokasi acara, mulai dari administrasi kependudukan, cek kesehatan gratis, hingga layanan digital.
Langkah ini dinilai sebagai strategi meredam potensi gejolak sekaligus membangun citra daerah yang aman bagi investor.
“Kalau buruh di wilayah kita aman, damai, kondusif, investasi akan semakin banyak masuk,” ujar Ratu Zakiyah.
Namun, Bupati tetap mengingatkan agar seluruh pihak menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung, mengingat ribuan buruh dan masyarakat diperkirakan akan hadir.
Ketua Panitia May Day 2026 Kabupaten Serang, Hendri, memastikan pihaknya telah berpengalaman menggelar kegiatan serupa secara tertib dan bersinergi dengan pemerintah serta aparat keamanan.
Ia menyebut sekitar 5.000 buruh dan masyarakat dari empat desa akan meramaikan acara tersebut. Bahkan panitia menyiapkan kupon untuk menarik partisipasi warga.
Perubahan konsep May Day ini menjadi sinyal kuat pergeseran pendekatan: dari aksi protes ke panggung kolaborasi—dengan taruhan besar pada stabilitas daerah dan daya tarik investasi.
