SERANG – Delegasi dari China melakukan kunjungan resmi ke Desa Kopo dan Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, pada Minggu (16/11/2025). Kunjungan ini diarahkan untuk melihat langsung pelaksanaan program ketahanan pangan desa yang dikelola BUMDes, meliputi sektor perikanan dan pertanian.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Kepala Desa ke China beberapa waktu lalu.
“Delegasi China ingin melihat secara langsung bagaimana program ketahanan pangan di desa berjalan dan berkembang,” ujar Rudi.
Di Desa Kopo, delegasi meninjau unit budidaya ikan yang terdiri dari 21 kolam bioplok dan 3 kolam lebar. Setiap kolam bioplok rata-rata menghasilkan 1,5 kuintal ikan per panen, dengan harga jual nila kuning: Rp27.000/kg dan nila hitam: Rp26.000/kg.
Rudi menjelaskan bahwa budidaya ikan ini menjadi salah satu inovasi desa dalam penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan air tawar.
Selain sektor perikanan, delegasi juga meninjau lahan budidaya jagung di Desa Kopo. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Rancasumur yang memiliki lahan jagung seluas 8 hektare dan saat ini memasuki fase siap panen raya.
Menurut Rudi, program bioplok dan pertanian jagung terbukti memiliki potensi besar dalam mendukung ketersediaan pangan serta meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Serang berharap terbangun peluang kolaborasi dengan akademisi maupun mitra internasional, khususnya dalam pengembangan teknologi budidaya dan peningkatan kapasitas desa.
Kegiatan kunjungan turut dihadiri jajaran Pemkab Serang, antara lain Asisten Daerah II Febriyanto, Kepala DKPP Suhardjo, serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Serang. Sementara dari pihak Delegasi China hadir unsur akademisi dan perwakilan kedutaan, yaitu Prof. Zhang Qi dari Beijing Normal University, Chen Ruiying (kandidat PhD), Mr. Gheng Zianjong selaku First Secretary Kedutaan Besar China, dan Ms. Sheeren Chen sebagai penerjemah.
Rombongan delegasi China juga melakukan dialog dengan pengelola BUMDes dan perangkat desa untuk melihat peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan ketahanan pangan.
Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi serta pemaparan potensi pengembangan sektor perikanan dan pertanian sebagai pilar penguatan ketahanan pangan desa.
