Blitar – Rencana operasi gabungan yang akan dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar di Pos Pengamanan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, mendadak menjadi perhatian publik. Operasi yang bertujuan menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini justru menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat setelah informasinya terlebih dahulu beredar luas sebelum kegiatan dilaksanakan.
Menurut sejumlah warga sekitar pos pengamanan, bocornya rencana operasi itu diduga memberi kesempatan kepada oknum yang terlibat praktik pungutan liar (pungli) untuk mengamankan diri atau menutupi aktivitas mereka.
“Kami heran, operasi saja belum jalan tapi sudah digembor-gemborkan. Biasanya kalau begini, yang mau diperiksa sudah siap duluan,” ujar NR (42), Jumat (31/10).
NR menambahkan, “Kalau benar mau bersih-bersih, seharusnya dilakukan diam-diam, biar ketahuan siapa yang main belakang. Kalau sudah bocor begini, percuma saja.” ucap NR dengan nada kecewa.
