LABUHANBATU— Kepala Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Suprianto, menjadi sorotan setelah diduga lebih fokus mengurus usaha Rumah Makanan Bergizi (MBG) ketimbang menjalankan tugas pemerintahan desa.
Aktivitas Suprianto di dapur MBG disebut-sebut menyita hampir seluruh waktunya, sehingga kehadirannya di kantor desa nyaris tidak pernah terlihat. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan publik yang kini banyak ditangani oleh Sekretaris Desa.
Sekretaris desa bermarga Rambe mengungkapkan, roda pemerintahan desa praktis berjalan tanpa peran aktif kepala desa. Ia bahkan mengaku harus mengambil alih sebagian besar tugas, mulai dari administrasi hingga pelayanan masyarakat.
“Pak Kades sekarang lebih banyak di MBG. Urusan kantor dan masyarakat saya yang tangani,” ujarnya kepada awak media.
Situasi ini juga menyulitkan warga yang membutuhkan tanda tangan kepala desa untuk berbagai keperluan administrasi. Warga terpaksa diminta mencari sendiri keberadaan Suprianto, yang disebut lebih sering berada di luar kantor.
“Kalau butuh tanda tangan, warga disuruh cari langsung. Kami juga sulit menghubungi beliau,” tambahnya.
Penelusuran di kantor desa menunjukkan bahwa Suprianto memang jarang hadir. Sementara saat didatangi ke lokasi MBG, tim awak media juga tidak berhasil menemui yang bersangkutan.
Fenomena ini menimbulkan kritik terkait prioritas seorang kepala desa yang dinilai lebih mengutamakan aktivitas usaha dibanding tanggung jawab sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat desa.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu terkait kondisi tersebut. Sementara publik menanti langkah tegas pemerintah daerah dalam menyikapi dugaan ketidakhadiran kepala desa tersebut.
