LEBAK — Upaya penguatan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di wilayah Lebak Selatan kembali mendapatkan momentum penting. Dua agenda besar yang digelar pada Kamis (20/11) lalu menarik perhatian publik karena menghadirkan kolaborasi multipihak yang nyata, mulai dari pemerintah, lembaga daerah, komunitas, hingga perguruan tinggi.

Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Ny. Belia Hasbi Jayabaya, hadir langsung dalam kegiatan penanaman 10.000 bibit mangrove jenis pidada di kawasan pesisir Lebak Selatan. Program ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi potensi abrasi dan memperkuat ekosistem pesisir, serta mendukung target nasional FOLU Net Sink 2030.

Penanaman dilakukan oleh ratusan peserta, termasuk pelajar dari berbagai sekolah di kawasan pesisir.

Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BPDLH, FOLU Net Sink 2030, Kementerian Kehutanan, Dinas Kelautan & Perikanan Provinsi Banten, Pemkab Lebak, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, CDLHK Lebak–Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, BP Geopark Bayah Dome, Destana Situregen, Kecamatan Panggarangan, Desa Situregen, Koramil Panggarangan dan Polsek Panggarangan.

Program kegiatan tersebut menjadi bukti tingginya komitmen bersama dalam rehabilitasi pesisir sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan Lebak bagian selatan.

Di Kecamatan Panggarangan, Ketua TP PKK juga menghadiri Sagara Asih Festival, sebuah program edukasi kebencanaan berbasis komunitas yang digelar di Kampung Gardu Timur.

Belia Hasbi Jayabaya menyampaikan apresiasi atas upaya edukatif yang dilakukan.

“Sagara Asih adalah bentuk kolaborasi yang memperkuat ketangguhan masyarakat. Edukasi kebencanaan harus dikenalkan sejak dini agar anak-anak memahami langkah yang harus dilakukan saat darurat,” ujar Belia dalam sambutanya, pada Minggu (23/11/2025).

Salah satu momen menarik datang dari Nashita Nasywa, mahasiswi UMN yang menciptakan lagu berjudul “Pahlawan Siaga” sebagai media penyampaian pesan kesiapsiagaan bencana.

“Saya ingin pesan kesiapsiagaan mudah diingat. Semoga anak-anak bisa mempraktikkan apa yang mereka pelajari,” kata Nashita.

Program ini diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.

Melalui permainan edukatif, metode bercerita, hingga simulasi sederhana.

Sagara Asih menekankan tiga misi utama yaitu, mengenalkan konsep kesiapsiagaan bencana sejak dini, dan misi kedua, untuk memperkuat pemahaman masyarakat soal titik aman, risiko lingkungan, dan jalur evakuasi, serta misi terakhir, mendorong pembelajaran kebencanaan yang menyenangkan dan mudah diterapkan