Bekasi – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Muara Tawar bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan (PKP) Karawang menggelar Pelatihan Penguatan Keselamatan Nelayan dan Upaya Konservasi di Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang diselenggarakan pada 16 September 2025 ini diikuti oleh puluhan nelayan pesisir setempat dan menggabungkan pendekatan teknis keselamatan kerja dengan praktik konservasi lingkungan .

Nelayan dikenal sebagai profesi dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi. Data Census of Fatal Occupational Injuries (CFOI) yang dilakukan oleh Bureau of Labour Statistics (BLS) menunjukkan bahwa risiko kecelakaan kerja pada nelayan 20-30 kali lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya . Beberapa bahaya yang sering dihadapi termasuk terpeleset, terjatuh, tertusuk alat kerja, tenggelam, hingga paparan penyakit kulit dan pendengaran akibat lingkungan kerja yang basah dan bising .

Muhammad Tegar Nandita Erlangga, pemateri dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, menekankan bahwa nelayan tidak hanya berperan sebagai ujung tombak ketahanan pangan laut, tetapi juga sebagai agen pelestarian lingkungan. “Para nelayan dapat memanfaatkan mangrove untuk mencegah abrasi pantai, menahan gelombang tsunami dan badai, menyaring polusi, serta menciptakan habitat keanekaragaman hayati,” ujarnya .

Latifa Noor Hakiki, Asisten Manajer SDM, Umum, & CSR PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Muara Tawar, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kompetensi masyarakat pesisir. “Melalui kegiatan ini, kami berharap nelayan dapat menerapkan prosedur keselamatan kerja sambil menjaga kelestarian mangrove untuk ekosistem masa depan yang berkelanjutan,” jelasnya .

Implementasi K3 pada nelayan mencakup pemeliharaan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung, tali, dan sarung tangan, serta pemeriksaan kesehatan rutin, asupan makanan bernutrisi, dan ketersediaan air bersih . Selain itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat, seperti sumbat telinga, topi lebar, masker, dan sepatu boot, sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit kerja .

Pelestarian mangrove tidak hanya memiliki manfaat ekologis, tetapi juga ekonomis. Mangrove mampu menghidupkan ekosistem laut yang pada akhirnya mendukung produktivitas perikanan. Nelayan didorong untuk terlibat aktif dalam penanaman dan pemeliharaan mangrove sebagai bagian dari tanggung jawab sosial terhadap lingkungan .

Program ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi nelayan dari risiko kerja, tetapi juga menjadikan mereka sebagai agen perubahan sosial yang dapat menyebarkan pengetahuan dan praktik baik kepada komunitas sekitar. “Dengan demikian, tercipta budaya pembelajaran kolektif yang berkelanjutan sejalan dengan visi perusahaan dalam membangun hubungan harmonis antara dunia usaha, masyarakat, dan lingkungan,” pungkas Latifa .

Kolaborasi antara PLN Nusantara Power dan PKP Karawang ini diharapkan dapat menjadi model untuk program serupa di wilayah pesisir lainnya di Indonesia, sehingga nelayan tidak hanya lebih terampil dan aman, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian laut .